Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Etomidate Kembali Beredar di PIK 2, Tiga Pria Ditangkap Polda Banten

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 26 September 2026 | 15:41 WIB
Polisi menunjukan barang bukti etomidate. - Foto: Dok. RRI -
Polisi menunjukan barang bukti etomidate. - Foto: Dok. RRI -

RMBANTEN.COM – Tangerang – Peredaran narkotika jenis etomidate dalam bentuk cairan kembali terungkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten menangkap tiga pria yang diduga terlibat dalam peredaran barang tersebut.
 

Ketiga pria yang diamankan berinisial Y, MR, dan MRF. Mereka ditangkap dalam pengungkapan kasus pada Kamis, 24 September 2026.
 

Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Wiwin Setiawan mengatakan, ketiga tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
 

“Tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus diungkap pada Kamis, kemarin pukul 17.30 WIB,” ujar Wiwin, Jumat (25/9/2026).

Berawal dari Transaksi di PIK 2
 

Pengungkapan bermula ketika polisi mengamankan Y yang diduga hendak melakukan transaksi. Dari tangan Y, penyidik menemukan dua bungkus cartridge dan satu pod yang diduga berisi cairan etomidate.
 

Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dengan menelusuri asal-usul barang tersebut melalui komunikasi menggunakan telepon genggam.
 

Strategi itu membawa polisi kepada dua orang lainnya yang diduga berkaitan dengan pasokan etomidate.
 

“Lalu kita tanyakan asal-usul barang kemudian berusaha kita pancing lewat HP untuk dikirimkan kembali. Kemudian sekira pukul 21.30 WIB kita amankan juga di TKP yang sama MR dan MRF,” kata Wiwin.
 

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita empat cartridge yang diduga berisi cairan etomidate, satu pod yang diduga berisi cairan serupa, serta lima unit telepon seluler.
 

Polisi Buru Sosok Bernama Kipli
 

Dari hasil pemeriksaan awal, ketiga orang yang diamankan mengaku memperoleh etomidate dari seseorang bernama Kipli.
 

Polisi masih memburu Kipli. Penyidik bahkan telah mendatangi kediamannya di wilayah Jakarta Barat, namun yang bersangkutan tidak ditemukan.
 

Polda Banten masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jalur distribusi, pemasok, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
 

Sebelumnya, Produksi Etomidate Juga Terungkap
 

Kasus terbaru ini menambah catatan pengungkapan etomidate di kawasan PIK. Pada Juli 2026, Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai membongkar lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat produksi atau perakitan cartridge etomidate di kawasan PIK, Jakarta Utara.
 

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap seorang warga negara Singapura berinisial LHM, 34 tahun. Petugas juga menemukan ribuan cartridge dan peralatan yang menyerupai laboratorium mini untuk memproduksi cartridge berisi etomidate.
 

Pengungkapan sebelumnya berawal dari pencegahan penyelundupan dua botol bahan baku etomidate dengan berat sekitar 2.200 gram yang dikirim dari Malaysia. Pengembangan kasus kemudian mengarah ke lokasi yang diduga menjadi tempat peracikan di kawasan PIK.
 

Jaringan Masih Didalami
 

Berulangnya pengungkapan kasus etomidate di kawasan PIK membuat aparat kepolisian terus mendalami kemungkinan keterkaitan antarjaringan, termasuk jalur masuk bahan baku dan distribusinya.
 

Dalam kasus terbaru, Polda Banten masih mengejar Kipli dan menelusuri pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
 

Penyidikan juga diperlukan untuk memastikan sejauh mana jaringan tersebut beroperasi dan apakah terdapat keterkaitan dengan kasus produksi etomidate yang sebelumnya dibongkar aparat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: