Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Viral Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI di Rajeg, Polisi Fasilitasi Mediasi hingga Berakhir Damai

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 22 September 2026 | 14:44 WIB
Kisruh pembubaran ibadah Jemaat GKPI di Rajeg akhirnnya berakhir damai, setelah polisi memfasilitasi mediasi. - Foto: Dok Polda Banten -
Kisruh pembubaran ibadah Jemaat GKPI di Rajeg akhirnnya berakhir damai, setelah polisi memfasilitasi mediasi. - Foto: Dok Polda Banten -

RMBANTEN.COM – Tangerang – Aksi pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi ketika jemaat sedang melaksanakan ibadah di sebuah rumah pada Minggu (20/9/2026).
 

Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi dan meminta kegiatan ibadah dihentikan. Salah seorang warga juga terlihat membawa senjata tajam. Polisi kemudian turun tangan untuk mengamankan situasi dan memfasilitasi dialog antara warga dengan jemaat GKPI. 
 

Polisi Pastikan Situasi Kondusif
 

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, jajaran Polresta Tangerang telah melakukan pengamanan untuk memastikan situasi di wilayah Kecamatan Rajeg tetap aman dan kondusif.
 

“Dari Polda Banten khususnya Polresta Tangerang, kami memastikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, sampai dengan saat ini aman dan kondusif,”

Pernyataan tersebut disampaikan Maruli dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).
 

Mediasi Berakhir dengan Kesepakatan Damai
 

Polisi kemudian memfasilitasi pertemuan antara pihak warga dan jemaat GKPI. Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
 

“Para pihak sudah bersepakat untuk berdamai. Kami berharap seluruh pihak dapat menghormati kesepakatan yang telah diambil dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Maruli.

Sebelumnya, Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama juga telah memfasilitasi musyawarah antara masyarakat dan pihak jemaat. Kedua pihak sepakat tidak memperpanjang persoalan dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. 
 

Pemda Siapkan Tempat Ibadah Sementara
 

Maruli mengatakan, pemerintah daerah setempat juga siap membantu menyediakan tempat sementara bagi jemaat GKPI untuk menjalankan ibadah.
 

Tempat tersebut akan digunakan hingga proses administrasi terkait perizinan tempat ibadah selesai. Aktivitas ibadah jemaat sebelumnya telah berlangsung di rumah tersebut sejak April 2026.
 

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyelesaian sementara agar jemaat tetap memiliki tempat untuk menjalankan kegiatan ibadah sembari persoalan administrasi diselesaikan.
 

Polisi Ingatkan Warga Tak Terprovokasi
 

Maruli mengimbau masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Rajeg, menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks maupun ajakan atau hasutan yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.
 

Polresta Kedepankan Dialog
 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada mengapresiasi seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.


“Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat. Penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” katanya.
 

Andi menegaskan, Polresta Tangerang akan terus mengedepankan langkah persuasif dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta unsur terkait lainnya.
 

Ia juga mengajak masyarakat menghormati kesepakatan yang telah dicapai dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.
 

Peristiwa pembubaran ibadah tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian melalui mediasi. Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan memastikan kesepakatan bersama dapat berjalan sehingga situasi di Rajeg tetap aman dan kondusif. 
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: