Kementerian UMKM dan Kemendag Perluas Akses Ekspor, InaExport Jadi Pintu UMKM ke Pasar Global
Laporan: Firman
Selasa, 22 September 2026 | 20:02 WIB
Kementerian UMKM dan Kemendag melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang UMKM, Selasa (22/9/2026). - Foto: Dok Humas KUMKM -
RMBANTEN.COM – Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku UMKM melalui pemanfaatan InaExport sebagai National Export Gateway Indonesia.
Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang UMKM dan Perdagangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pemberdayaan dan Peningkatan Daya Saing UMKM dalam rangka pengembangan ekspor.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan kanal Cek Ekspor dalam InaExport untuk memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam mengakses pasar luar negeri.
“InaExport menjadi instrumen penting dan strategis dalam ekosistem ekspor Indonesia karena menghubungkan UMKM ke rantai pasar global, menemukan eksportir potensial, meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha, serta memperkuat daya saing produk,” kata Bagus.
Melalui kerja sama tersebut, Kementerian UMKM dan Kemendag sepakat memperkuat pertukaran data UMKM dan informasi pasar, peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring pemasaran, pendampingan akses pembiayaan, dukungan fasilitas pergudangan dan logistik, serta pemanfaatan sistem layanan digital untuk pengembangan ekspor nasional.
Pendampingan UMKM Siap Ekspor
Kementerian UMKM bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada UMKM yang siap ekspor, menyediakan layanan pendukung usaha, serta mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan dari para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kemendag berperan menyediakan informasi mengenai pasar luar negeri, memberikan bimbingan teknis, serta memfasilitasi transaksi ekspor.
Kolaborasi ini diharapkan membuat pelaku UMKM tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang pasar, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang lebih lengkap sebelum memasuki pasar internasional.
Smesco Perkuat Logistik dan Jejaring Perdagangan
Smesco Indonesia sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM turut dilibatkan dalam kerja sama tersebut.
Smesco Indonesia akan menyediakan layanan logistik dan pergudangan sekaligus mempertemukan produk UMKM siap ekspor dengan jaringan perdagangan di luar negeri.
Bagus menjelaskan, Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan memiliki marketing intelligence yang dapat memetakan kebutuhan serta tren pasar di berbagai negara.
Di sisi lain, Smesco Indonesia memiliki kemampuan product intelligence untuk mengidentifikasi produk potensial dari dalam negeri. Smesco juga telah menjalin kerja sama perdagangan yang menghubungkan pengusaha UMKM Indonesia dengan sedikitnya 11 negara.
“Kemampuan marketing intelligence dari Kemendag harus dihubungkan dengan product intelligence Smesco sehingga sanggup memenuhi kebutuhan pasar global dengan ketersediaan produk UMKM potensial dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
SAPA UMKM Terintegrasi InaExport
Integrasi layanan juga dilakukan melalui aplikasi SAPA UMKM milik Kementerian UMKM yang terhubung dengan InaExport melalui sistem Open API.
Integrasi tersebut memungkinkan pelaku UMKM memperoleh pendampingan ekspor yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan usahanya.
SAPA UMKM juga memberikan akses terhadap berbagai layanan pemberdayaan yang disediakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan secara lebih terintegrasi.
75 UMKM Dibuka Akses ke Pasar China
Bagus optimistis kolaborasi melalui InaExport dapat mempercepat semakin banyak UMKM memasuki pasar global. Terlebih, berbagai produk lokal dinilai memiliki potensi dan permintaan di pasar ekspor.
Potensi tersebut mulai terlihat dari fasilitasi Kementerian UMKM terhadap sekitar 75 UMKM untuk terhubung dengan pasar China.
Dari jumlah tersebut, lima UMKM telah menandatangani kontrak kerja sama dengan eksportir untuk produk antara lain cocopeat, kopi, teripang, dan kerupuk.
“Semua upaya ini dilakukan supaya kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 15–17 persen dari posisi saat ini sekitar 60 persen,” kata Bagus.
Produk Lokal Harus Sesuai Standar Ekspor
Menurut Bagus, membawa produk lokal ke pasar dunia harus diikuti dengan penyesuaian terhadap standar dan persyaratan ekspor di masing-masing negara tujuan.
Langkah tersebut diperlukan agar produk UMKM Indonesia tidak hanya mampu memasuki pasar global, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan di negara tujuan ekspor.
Pada saat yang sama, pemerintah tetap memperkuat pasar domestik agar kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh pengusaha UMKM dalam negeri tidak bergantung pada produk impor.
Dorong UMKM Berdaya Saing Global
Bagus menegaskan Kementerian UMKM siap terus bersinergi dengan Kemendag untuk melahirkan lebih banyak UMKM berdaya saing global sekaligus membuka jalan bagi produk lokal menjangkau pasar ekspor yang lebih luas.
“Sinergi ini menunjukkan langkah konkret dan komitmen pemerintah dalam memajukan usaha masyarakat,” kata Bagus.
Kolaborasi Kementerian UMKM dan Kemendag melalui InaExport menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekspor, mulai dari kesiapan produk, informasi pasar, pendampingan, pembiayaan, hingga logistik.