Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Jangan Tunggu Jadi Api! Prabowo Perintahkan 300 Titik Panas Riau Segera Dibor

Laporan: Raja Media Network
Senin, 24 Agustus 2026 | 21:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). - BPMI Setpres -
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). - BPMI Setpres -

RMBANTEN.COM — Pekanbaru — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya bergerak cepat mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Pemerintah diminta tidak menunggu titik panas berkembang menjadi kebakaran, melainkan melakukan tindakan sejak dini.
 

Salah satu langkah yang diperintahkan adalah pembangunan sumur bor di sekitar 300 titik panas (hotspot) untuk memperkuat ketersediaan air sekaligus mencegah titik panas berkembang menjadi titik api.
 

Perintah tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin langsung rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).
 

Prabowo: Jangan Tunggu Jadi Titik Api
 

Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta jajarannya mengubah pola penanganan karhutla dari sekadar memadamkan kebakaran menjadi pencegahan sejak munculnya titik panas.
 

“Jangan menunggu sampai jadi titik api, tolong masuk ke titik panas itu,” ujar Prabowo.
 

Presiden bahkan meminta tindakan dilakukan segera begitu titik panas teridentifikasi.
 

“Segera saja masuk, ambil tindakan dini,” tegasnya.
 

Menurut Prabowo, langkah cepat tersebut diperlukan agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
 

300 Titik Panas Jadi Sasaran Sumur Bor
 

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal melaporkan terdapat ratusan titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau.
 

Presiden kemudian menanyakan kemungkinan pembangunan sumur bor di lokasi-lokasi tersebut sebagai bagian dari strategi pencegahan.
 

Edy menjelaskan sumur bor dapat dibuat dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 meter.
 

“Segera saja di 300 titik panas langsung bikin bor air,” kata Presiden.
 

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan sekaligus menyediakan sumber air yang dapat digunakan ketika terjadi potensi kebakaran.
 

306 Hotspot Terdeteksi di Riau
 

Dalam rapat koordinasi, Edy melaporkan terdapat 306 titik panas yang terdeteksi di Riau hingga 23 Agustus 2026.
 

Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah berkembang menjadi titik api yang tersebar di empat kabupaten.
 

Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih berada di sejumlah wilayah Riau.
 

Karena itu, Presiden meminta seluruh jajaran tidak lengah dan segera melakukan tindakan ketika menemukan indikasi munculnya titik panas.
 

16.277 Hektare Lahan Terbakar
 

Edy juga melaporkan luas lahan yang terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 16.277 hektare.
 

Meski demikian, kondisi terkini menunjukkan luas lahan yang masih terbakar diperkirakan sekitar 900 hektare.
 

Pemerintah terus melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
 

Presiden meminta upaya tersebut dilakukan secara konsisten agar kebakaran tidak kembali meluas.
 

Pencegahan Harus Lebih Cepat dari Kebakaran
 

Instruksi Prabowo menunjukkan perubahan penekanan dalam penanganan karhutla: jangan menunggu api membesar baru bertindak.
 

Titik panas harus diperlakukan sebagai peringatan dini yang membutuhkan respons cepat.
 

Pembangunan sumur bor di lokasi rawan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kesiapan pemerintah di lapangan.
 

Selain itu, koordinasi antarlembaga dan pemantauan titik panas harus terus dilakukan agar potensi kebakaran dapat segera ditangani.
 

Prabowo Apresiasi Tim di Lapangan
 

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla di Riau.
 

Namun, apresiasi tersebut sekaligus disertai pesan agar kewaspadaan tidak diturunkan.
 

Setiap titik panas yang kembali terdeteksi harus segera ditindaklanjuti.
 

Bagi Prabowo, perang melawan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi mencegah api itu muncul dan berkembang sejak awal.
 

Dengan langkah pencegahan yang lebih agresif, pemerintah berharap ancaman karhutla di Riau dapat ditekan dan masyarakat terhindar dari dampak asap serta kerusakan lingkungan yang lebih luas.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: