Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Dosen Saintek UIN Banten Kekurangan, Komisi VIII Soroti Hambatan Menuju Kampus Dunia

Laporan: Firman
Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:14 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian - Ilustrasi RMN -
Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Komisi VIII DPR RI menyoroti keterbatasan jumlah dosen pada program studi sains dan teknologi (Saintek) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kekurangan tersebut dinilai ikut membatasi ruang dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik, termasuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
 

Kondisi ini menjadi perhatian di tengah upaya UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memperkuat kualitas akademik dan mengejar visi sebagai world class university.
 

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian setelah mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, Kamis (20/8/2026).
 

Prodi Saintek Masih Kekurangan Dosen
 

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII menerima sejumlah aspirasi terkait penyelenggaraan pendidikan tinggi, terutama mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) dosen.
 

Hetifah mengatakan, sejumlah program studi Saintek yang masih relatif baru belum memiliki jumlah dosen yang sebanding dengan kebutuhan akademik.
 

Akibatnya, dosen yang tersedia harus berkonsentrasi memenuhi kebutuhan pengajaran sehingga kesempatan untuk meningkatkan kapasitas akademik menjadi terbatas.
 

“Tentu saja kami mendengar banyak aspirasi, termasuk kekurangan-kekurangan, khususnya pada prodi-prodi umum. Ada prodi Saintek yang masih baru dan sangat kekurangan dosen terkait. Sehingga dosen-dosen yang ada sangat sulit untuk bisa melanjutkan studi, khususnya ke luar negeri, karena mereka masih kekurangan,” tutur Hetifah.
 

Laboratorium dan Beasiswa KIP Turut Disorot
 

Selain persoalan dosen, Komisi VIII juga menerima aspirasi mengenai keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pendidikan, salah satunya laboratorium.
 

Menurut Hetifah, penguatan fasilitas menjadi penting agar perkembangan program studi Saintek dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM pengajar.
 

Komisi VIII juga menyoroti terbatasnya kuota beasiswa Program Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
 

“Kemudian juga terkait dengan sarana seperti laboratorium. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana agar mahasiswa-mahasiswa yang termasuk kategori sangat membutuhkan secara ekonomi bisa terlayani, karena jumlah beasiswa KIP yang tersedia sangat terbatas,” lanjutnya.
 

Kualitas Dosen dan Riset Mulai Meningkat
 

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Hetifah mengapresiasi perkembangan akademik UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
 

Ia menilai kualitas sumber daya manusia pengajar menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya dosen yang menyandang gelar doktor maupun guru besar.
 

Tidak hanya itu, capaian penelitian dan publikasi riset juga dinilai menunjukkan kemajuan yang signifikan.
 

“Dari sisi pengajar atau sumber daya manusianya juga mulai banyak peningkatan ke arah baik, guru besar maupun para doktor. Hasil-hasil risetnya pun menunjukkan satu kemajuan yang luar biasa,” tambah Hetifah.
 

Modal Menuju World Class University
 

Hetifah menilai peningkatan kualitas SDM dan riset tersebut merupakan modal penting bagi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk memperkuat fondasi menuju world class university.
 

Namun, berbagai persoalan yang ditemukan dalam kunjungan tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar peningkatan kualitas akademik tidak terhambat oleh keterbatasan sumber daya.
 

Menurutnya, penguatan jumlah dosen, fasilitas laboratorium, serta akses beasiswa harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik.
 

Komisi VIII Dorong Tindak Lanjut
 

Komisi VIII DPR RI berharap aspirasi yang disampaikan pihak kampus dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan dukungan pemerintah.
 

Hetifah menegaskan, kunjungan tersebut bukan hanya untuk melihat kondisi kampus, tetapi juga memastikan berbagai kebutuhan pendidikan tinggi dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.
 

“Mudah-mudahan dari kunjungan hari ini akan ada berbagai tindak lanjut yang diperlukan untuk memastikan bahwa UIN Sultan Maulana Hasanuddin semakin maju dan pendidikan ataupun layanan yang diberikan semakin bermutu,” tutup Hetifah.
 

Dengan penguatan SDM, fasilitas, dan dukungan beasiswa, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkokoh langkah menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: