Prabowo Buka Suara: "Dihujat, Diejek? Itu Tanda Pemerintah Kita di Jalan Benar!"
RMBANTEN.COM - Hambalang Bogor, Polkam - Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan tegas dan reflektif kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Ia secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahannya akan terus mendapat serangan, fitnah, dan ejekan, namun justru menganggapnya sebagai indikator positif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun 2026 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Dalam suasana yang tegas, ia membekali para menterinya dengan mental untuk menghadapi gelombang kritik.
"Kalau Kita Bersih, Tak Perlu Gentar!"
Presiden dengan lantang menyatakan bahwa selama niat pemerintah bersih dan tidak mengkorupsi uang rakyat, tidak ada alasan untuk merasa takut. Ia bahkan memandang serangan dari pihak tertentu sebagai sebuah konfirmasi.
“Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar,” tegas Prabowo di hadapan para menteri. Pernyataan ini menjadi pedoman mental agar kabinet tidak goyah oleh narasi negatif.
Lawan Kekuatan yang Nyaman dengan Sistem Korup
Prabowo menyinggung secara langsung keberadaan kekuatan-kekuatan yang diuntungkan oleh sistem lama. Menurutnya, ada pihak-pihak yang merasa nyaman hidup di tengah korupsi dan kemiskinan rakyat.
“Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” ucapnya, menegaskan bahwa pemerintahan saat ini bertekad memutus mata rantai tersebut.
Hal ini menjelaskan mengapa berbagai kebijakan dan langkah pemerintah kerap menimbulkan gejolak dan penolakan dari kelompok tertentu.
Siap Dihantam Demi Perang Lawan Kelaparan & Kemiskinan
Presiden meminta seluruh anggota kabinet untuk bersiap diri dan memiliki mental pejuang. “Siap dihantam demi perjuangan memberantas kelaparan dan kemiskinan,” pesannya.
Ajakan ini menegaskan bahwa misi utama kabinetnya adalah perang melawan dua masalah mendasar itu, dan setiap konsekuensi—termasuk kritik pedas—harus siap ditanggung sebagai bagian dari perjuangan.
Pesan Keteguhan di Tengah Badai Politik
Pidato reflektif ini dinilai sebagai upaya Prabowo untuk mengonsolidasi dan mempersatukan barisan kabinetnya di awal tahun 2026.
Di tengah berbagai tantangan dan kritik terhadap kinerja pemerintah, ia ingin menanamkan keyakinan bahwa jalan yang ditempuh saat ini adalah yang benar, meski penuh dengan onak dan duri. Pesannya jelas: fokus pada tujuan, abai pada kebisingan.![]()
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Gaya Hirup | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 1 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
