Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pemulihan UMKM Pascabencana Dimulai! Pemerintah Aktifkan Pasar Hingga Relaksasi KUR

Laporan: Iyan Sopian
Rabu, 07 Januari 2026 | 21:17 WIB
Rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (7/1). - Humas Kemen UMKM -
Rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (7/1). - Humas Kemen UMKM -

RMBANTEN.COM - Jakarta, UMKM - Pemerintah mulai menekan gas pemulihan ekonomi UMKM pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha terdampak akan resmi dimulai pada 9 Januari 2026.
 

“Kami mulai melakukan aktivasi pasar serta bergotong royong membersihkan warung dan toko di seluruh wilayah terdampak. Tujuannya agar perekonomian masyarakat kembali bergerak,” ujar Maman saat rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (7/1).
 

Jutaan UMKM Terdampak
 

Berdasarkan pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, tercatat 2.304.297 UMKM terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Untuk mempercepat kebangkitan usaha, pemerintah menyiapkan delapan Klinik UMKM Bangkit yang akan beroperasi di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang.

Klinik ini menjadi pusat layanan terpadu, mulai dari pendampingan usaha, akses pembiayaan, hingga fasilitasi pemasaran.
 

Relaksasi Kredit KUR
 

Maman mengungkapkan, berdasarkan data per 9 Desember 2025, lebih dari 200 ribu UMKM terdampak tercatat sebagai debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah akan memberikan relaksasi kredit sesuai hasil pemetaan bersama bank penyalur dan lembaga penjamin KUR.
 

“UMKM harus kita selamatkan agar tidak berhenti total. Relaksasi kredit menjadi bagian penting agar pelaku usaha bisa bernapas dan kembali berproduksi,” tegasnya.
 

Pasar Rakyat Kembali Hidup
 

Pemulihan ekonomi juga dilakukan melalui reaktivasi pasar rakyat dan pembersihan wilayah terdampak, dengan dukungan 1.132 personel IPDN dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diharapkan segera menghidupkan kembali aktivitas jual beli di daerah bencana.
 

“Pemulihan UMKM ini ibarat sirkulasi darah dalam tubuh. UMKM harus mendapat layanan agar bisa kembali berproduksi. Setelah itu, kita bantu pemasarannya dan mendorong masyarakat membeli produk UMKM,” kata Maman.
 

Sinergi Lintas Kementerian
 

Menteri Maman menegaskan, pemantauan dan pemetaan UMKM terdampak akan dilakukan secara menyeluruh agar program pemulihan berjalan komprehensif dan berkelanjutan. Seluruh upaya ini dikoordinasikan bersama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan melalui kelompok kerja lintas kementerian dan lembaga, melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian UMKM, Kementerian P2MI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, serta lembaga terkait lainnya.
 

Program tersebut disinergikan dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
 

Padat Karya dan Cash for Work
 

Muhaimin menambahkan, pemerintah juga melibatkan masyarakat setempat melalui program padat karya dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
 

“Keterlibatan masyarakat diharapkan memberikan manfaat cash for work. Mereka tidak hanya terlibat dalam pemulihan, tetapi juga mendapatkan penghasilan,” pungkasnya.
 

Langkah terpadu ini diharapkan menjadi motor kebangkitan UMKM sekaligus pemulihan ekonomi daerah pascabencana di tiga provinsi tersebut.rajamedia

Komentar: