Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

AI Jadi Senjata UMKM! Maman: Saatnya Pengusaha Kecil Naik Kelas

Laporan: Firman
Rabu, 08 Juli 2026 | 17:11 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membuka acara saat membuka National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7). - Foto: Humas UMKM -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membuka acara saat membuka National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7). - Foto: Humas UMKM -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempertegas komitmennya menjadikan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai mesin baru untuk mendongkrak produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku UMKM di Indonesia.
 

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, pemanfaatan AI merupakan bagian penting dari transformasi digital nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan keadilan sosial.

"AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan. AI sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing UMKM," kata Maman saat membuka National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7).
 

90 Persen UMKM Belum Sentuh AI
 

Meski tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum telah mencapai 92 persen, Maman mengungkapkan fakta bahwa lebih dari 90 persen pelaku UMKM masih belum memanfaatkan teknologi tersebut dalam aktivitas usahanya.
 

Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui kebijakan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai komunitas digital.
 

"Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta UMKM dengan pola konvensional. Teknologi harus menjadi solusi," tegasnya.
 

Prabowo Ingin UMKM Naik Kelas
 

Maman menegaskan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pemerintah memperkuat agenda besar pemerataan ekonomi dengan memperkecil kesenjangan antara pelaku usaha besar dan usaha kecil.
 

Karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong agar semakin banyak UMKM mampu berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing.
 

"Harapannya, semakin banyak UMKM yang naik kelas menjadi pengusaha besar sehingga ikut menyelesaikan berbagai persoalan sosial di daerah," ujarnya.
 

SAPA UMKM Jadi Superapp Nasional
 

Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM memperkenalkan SAPA UMKM, sebuah superapp yang akan menjadi pusat data sekaligus layanan terpadu bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia.
 

Melalui platform ini, berbagai program pemerintah akan terintegrasi dalam satu sistem, mulai dari:
 

1. Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA) 

2. Holding UMKM 

3. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 

4.Kredit Usaha Rakyat (KUR) 

5. Kemitraan usaha 

6. Hilirisasi 

7. Formalisasi usaha 

8. Pelatihan 

9. Pembiayaan 

10. Pendidikan 

11. Pemasaran 
 

Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada UMKM menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mudah diakses hingga ke pelosok Indonesia.
 

Diskon Marketplace 50 Persen
 

Kementerian UMKM juga meluncurkan kebijakan baru berupa diskon biaya layanan marketplace sebesar 50 persen bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
 

Namun ada syarat utama.
 

Pelaku UMKM wajib melakukan onboarding ke SAPA UMKM, sehingga seluruh proses pembinaan, perlindungan, dan pendampingan dapat dilakukan secara terintegrasi.
 

Kampus Dilibatkan Bangun Inkubator Bisnis
 

Tak hanya mengandalkan pemerintah, Kementerian UMKM juga menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan inkubator bisnis yang nantinya akan terhubung langsung dengan ekosistem SAPA UMKM.
 

Kolaborasi pemerintah, kampus, dunia usaha, dan komunitas digital diharapkan mampu mempercepat lahirnya pelaku UMKM yang adaptif terhadap teknologi, inovatif, serta mampu bersaing di pasar global.
 

AI untuk Semua, Bukan Hanya Perusahaan Besar
 

Melalui penguatan AI dan ekosistem digital yang terintegrasi, pemerintah ingin memastikan transformasi teknologi tidak hanya dinikmati perusahaan besar.
 

Sebaliknya, AI harus menjadi alat bagi jutaan pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: