AI Jadi Senjata UMKM! Maman: Saatnya Pengusaha Kecil Naik Kelas
RMBANTEN.COM — Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempertegas komitmennya menjadikan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai mesin baru untuk mendongkrak produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku UMKM di Indonesia.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, pemanfaatan AI merupakan bagian penting dari transformasi digital nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan keadilan sosial.

"AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan. AI sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing UMKM," kata Maman saat membuka National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7).
90 Persen UMKM Belum Sentuh AI
Meski tingkat adopsi AI di Indonesia secara umum telah mencapai 92 persen, Maman mengungkapkan fakta bahwa lebih dari 90 persen pelaku UMKM masih belum memanfaatkan teknologi tersebut dalam aktivitas usahanya.
Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui kebijakan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai komunitas digital.
"Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta UMKM dengan pola konvensional. Teknologi harus menjadi solusi," tegasnya.
Prabowo Ingin UMKM Naik Kelas
Maman menegaskan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pemerintah memperkuat agenda besar pemerataan ekonomi dengan memperkecil kesenjangan antara pelaku usaha besar dan usaha kecil.
Karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong agar semakin banyak UMKM mampu berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing.
"Harapannya, semakin banyak UMKM yang naik kelas menjadi pengusaha besar sehingga ikut menyelesaikan berbagai persoalan sosial di daerah," ujarnya.
SAPA UMKM Jadi Superapp Nasional
Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM memperkenalkan SAPA UMKM, sebuah superapp yang akan menjadi pusat data sekaligus layanan terpadu bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia.
Melalui platform ini, berbagai program pemerintah akan terintegrasi dalam satu sistem, mulai dari:
1. Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA)
2. Holding UMKM
3. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
4.Kredit Usaha Rakyat (KUR)
5. Kemitraan usaha
6. Hilirisasi
7. Formalisasi usaha
8. Pelatihan
9. Pembiayaan
10. Pendidikan
11. Pemasaran
Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada UMKM menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mudah diakses hingga ke pelosok Indonesia.
Diskon Marketplace 50 Persen
Kementerian UMKM juga meluncurkan kebijakan baru berupa diskon biaya layanan marketplace sebesar 50 persen bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Namun ada syarat utama.
Pelaku UMKM wajib melakukan onboarding ke SAPA UMKM, sehingga seluruh proses pembinaan, perlindungan, dan pendampingan dapat dilakukan secara terintegrasi.
Kampus Dilibatkan Bangun Inkubator Bisnis
Tak hanya mengandalkan pemerintah, Kementerian UMKM juga menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan inkubator bisnis yang nantinya akan terhubung langsung dengan ekosistem SAPA UMKM.
Kolaborasi pemerintah, kampus, dunia usaha, dan komunitas digital diharapkan mampu mempercepat lahirnya pelaku UMKM yang adaptif terhadap teknologi, inovatif, serta mampu bersaing di pasar global.
AI untuk Semua, Bukan Hanya Perusahaan Besar
Melalui penguatan AI dan ekosistem digital yang terintegrasi, pemerintah ingin memastikan transformasi teknologi tidak hanya dinikmati perusahaan besar.
Sebaliknya, AI harus menjadi alat bagi jutaan pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Patandang 5 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 5 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Patandang | 16 jam yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu