Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Juragan UMKM Diajak Kuasai Konten Digital, Jualan Kini Harus Kreatif

Laporan: Firman
Kamis, 18 Juni 2026 | 10:48 WIB
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika - Humas Kementerian UMKM -
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika - Humas Kementerian UMKM -

RMBANTEN.COM — Balikpapan — Pemerintah terus mendorong pelaku usaha mikro agar tidak tertinggal dalam arus transformasi digital. Kali ini, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng TikTok Shop by Tokopedia menggelar pelatihan digital bertajuk "Waktunya STARt X Juragan UMKM" di Balikpapan, Kalimantan Timur.
 

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu memanfaatkan teknologi digital, menguasai pemasaran berbasis konten, dan memperluas akses pasar di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital.
 

Sebanyak 70 pelaku UMKM dari Balikpapan dan sekitarnya mengikuti pelatihan yang digelar di Galeri Dekranasda & UKM Center Balikpapan, Rabu (17/6/2026).
 

Jualan Tak Cukup Hanya Punya Produk Bagus
 

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika, menegaskan bahwa transformasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
 

Menurutnya, pola belanja masyarakat telah berubah drastis. Konsumen kini lebih banyak menemukan produk melalui konten digital dibandingkan cara-cara konvensional.
 

"Saat ini perilaku belanja masyarakat sangat dipengaruhi oleh konten digital. Karena itu UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan visibilitas produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan penjualan secara berkelanjutan," ujar Ari di Balikpapan, Kamis (18/6/2026).
 

Belajar Bikin Konten, Bukan Sekadar Teori
 

Pelatihan ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung.
 

Peserta dibekali berbagai materi mulai dari transformasi digital, perubahan perilaku pasar (market shift), strategi meningkatkan penjualan melalui konten (content-driven sales), hingga teknik membuat video pemasaran yang menarik menggunakan telepon genggam.
 

Dengan pendekatan tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu langsung memproduksi konten yang siap dipublikasikan di berbagai platform digital.
 

"Kami ingin peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu langsung mempraktikkan strategi pemasaran digital dalam usaha mereka," kata Ari.
 

TikTok Shop dan Tokopedia Turut Ambil Peran
 

Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung kemajuan UMKM Indonesia melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital.
 

Menurutnya, platform digital dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produknya.
 

Kolaborasi dengan Kementerian UMKM diharapkan mampu mempercepat adaptasi pelaku usaha terhadap perubahan lanskap perdagangan digital yang berkembang sangat cepat.
 

Legalitas Juga Diperkuat
 

Selain materi pemasaran digital, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha.
 

Pelaku UMKM diberikan pemahaman terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal yang kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.
 

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat fondasi usaha mikro agar mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga pasar global.
 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Pelindungan dan Kemudahan Usaha Mikro serta Program KUMITRA yang mendukung Program Pro-Kesra 10 Juta Penduduk Berusaha dan Bekerja.
 

Melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan digital, Kementerian UMKM berharap semakin banyak pelaku usaha mikro yang mampu naik kelas, memperluas pasar, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah maupun nasional.
 

Bagi pemerintah, masa depan UMKM Indonesia bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana mampu tumbuh, berinovasi, dan memenangkan persaingan di era ekonomi digital.
 

"Melalui Program Juragan UMKM, kami ingin semakin banyak pelaku usaha yang tangguh, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional," pungkas Ari.rajamedia

Komentar: