Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

DPR Minta Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Digencarkan, Hoaks Jangan Dibiarkan!

Laporan: Raja Media Network
Minggu, 05 Juli 2026 | 23:28 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian - Humas DPR -
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian - Humas DPR -

RMBANTEN.COM — Padang, Legislator — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengingatkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak cukup hanya mengandalkan proses pendataan. Yang tak kalah penting adalah membangun kepercayaan publik melalui strategi komunikasi yang efektif agar masyarakat memahami tujuan sensus dan tidak terjebak disinformasi.
 

Menurut Hetifah, maraknya informasi keliru, terutama di media sosial, berpotensi menurunkan partisipasi masyarakat dan memengaruhi kualitas data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
 

"Masih ada disinformasi mengenai dampak sensus ekonomi yang tidak sepenuhnya benar. Ini harus segera diluruskan melalui sosialisasi yang lebih masif," ujar Hetifah kepada Parlementaria di Padang, Sumatera Barat, Jumat (3/7/2026).
 

Luruskan Kekhawatiran Soal Pajak
 

Hetifah mengungkapkan, masih banyak pelaku usaha yang khawatir data yang mereka berikan dalam sensus akan digunakan untuk menaikkan beban pajak atau menimbulkan konsekuensi lain yang merugikan.
 

Padahal, kata dia, tujuan utama Sensus Ekonomi adalah menyediakan data yang akurat sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada pelaku usaha.
 

"Masih ada anggapan sensus ini akan memengaruhi pajak yang harus dibayar. Persepsi seperti ini harus diluruskan karena justru hasil sensus akan membantu pemerintah membuat kebijakan ekonomi yang lebih baik," tegasnya.
 

Data Jujur Lahir dari Rasa Aman
 

Politikus Partai Golkar itu menilai, komunikasi publik yang baik akan membuat masyarakat merasa aman dan nyaman saat memberikan informasi kepada petugas sensus.
 

Dengan meningkatnya rasa percaya, responden diyakini akan menyampaikan data secara jujur sehingga BPS memperoleh gambaran kondisi ekonomi nasional yang benar-benar mencerminkan situasi di lapangan.
 

"Kalau masyarakat tenang dan percaya, mereka akan memberikan data apa adanya. Itu yang dibutuhkan agar hasil sensus benar-benar berkualitas," katanya.
 

Strategi Sosialisasi Harus Lebih Tepat Sasaran
 

Hetifah juga meminta pemerintah dan BPS tidak hanya memperluas jangkauan sosialisasi, tetapi juga memilih metode komunikasi yang sesuai dengan karakter masyarakat dan pelaku ekonomi.
 

Menurutnya, pendekatan yang tepat akan menghilangkan keraguan responden sekaligus meningkatkan partisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026.
 

"Kita perlu informasi yang lebih luas, lebih tepat, dan lebih mengena, sehingga para pelaku ekonomi tidak lagi khawatir atau ragu memberikan data," ujarnya.
 

Apresiasi untuk Petugas BPS
 

Di akhir pernyataannya, Hetifah memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran BPS dan petugas lapangan yang tetap bekerja profesional di tengah tantangan pelaksanaan sensus, termasuk derasnya arus disinformasi.
 

Ia berharap dedikasi para petugas mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan kredibel sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan nasional.
 

"Kami memberikan semangat kepada seluruh petugas agar tetap bekerja profesional. Semoga hasil sensus ini menghasilkan informasi ekonomi Indonesia yang akurat dan menjadi dasar kebijakan yang semakin tepat," pungkasnya.
 

RAJA MEDIA I Parlemen 2026rajamedia

Komentar: