Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Di Muktamar NU, Prabowo: NU Penentu Stabilitas, Perdamaian, dan Masa Depan Indonesia

Laporan: Raja Media Network
Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:04 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RMBANTEN.COM — Jombang — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kaitan erat dengan kekuatan Indonesia. Karena itu, Presiden mengajak seluruh warga NU menjaga kerukunan sebagai bagian penting dalam merawat persatuan bangsa.
 

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
 

Prabowo: NU Kuat, Indonesia Kuat
 

Di hadapan para ulama, pengurus, dan warga NU, Prabowo menekankan pentingnya kekuatan organisasi keagamaan tersebut bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
 

Presiden menyampaikan bahwa kekuatan NU tidak dapat dipisahkan dari kekuatan Indonesia.

“NU kuat, artinya Indonesia kuat, kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” ucap Prabowo.
 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan agar NU terus menjaga soliditas dan kerukunan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa.
 

NU Selalu Hadir di Tengah Krisis Bangsa
 

Prabowo menilai NU memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia. Organisasi yang lahir dari kalangan ulama tersebut disebut selalu hadir dalam berbagai peristiwa penting dan krisis yang dihadapi bangsa.
 

“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini, Nahdlatul Ulama selalu hadir,” ujar Presiden.
 

Menurut Prabowo, peran tersebut membuat NU memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas kehidupan nasional.


“Dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia,” ucapnya.
 

NU dan Muhammadiyah Aset Besar Bangsa
 

Presiden juga menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai dua kekuatan besar yang menjadi aset penting bagi Indonesia.
 

Prabowo menilai keberadaan kedua organisasi tersebut memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa, terutama dalam membangun kehidupan masyarakat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.


“Nahdlatul Ulama aset bangsa yang sangat-sangat besar, sama dengan Muhammadiyah,” kata Presiden.
 

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam memperkuat kehidupan sosial dan kebangsaan Indonesia.
 

Muktamar Jadi Momentum Konsolidasi
 

Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan konsolidasi sekaligus menentukan arah perjuangan NU ke depan.
 

Di tengah dinamika bangsa yang terus berkembang, Prabowo berharap NU tetap mampu menjalankan khidmatnya dengan menjaga persatuan dan kerukunan.
 

Pesan tersebut juga menjadi penting karena NU memiliki basis warga yang besar dan jaringan kelembagaan yang luas di berbagai daerah.
 

Ulama Jadi Penjaga Kerukunan
 

Prabowo turut menyampaikan penghormatan kepada para ulama atas kontribusi mereka dalam menjaga akhlak dan kerukunan umat.
 

Menurutnya, peran ulama tidak hanya penting dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa.
 

Karena itu, kerukunan menjadi pesan utama yang disampaikan Presiden kepada warga NU dalam momentum Muktamar ke-35.
 

Kerukunan NU, Kekuatan Indonesia
 

Pesan Prabowo dalam pembukaan Muktamar NU menempatkan kerukunan sebagai salah satu fondasi penting kehidupan bangsa.
 

Ketika NU mampu menjaga persatuan dan menjalankan khidmatnya bagi masyarakat, kontribusi tersebut dinilai akan semakin memperkuat Indonesia.
 

“NU kuat, Indonesia kuat.” Pesan Prabowo dari Jombang menegaskan bahwa menjaga kerukunan NU berarti ikut menjaga persatuan Indonesia.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: