Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menag Harap Nilai Ramadan Harus Dibawa Setelah Lebaran

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 24 Maret 2026 | 23:05 WIB
Menag Nasaruddin Umar  - Dok Kemenag -
Menag Nasaruddin Umar - Dok Kemenag -

RMBANTEN.COM - Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idulfitri.
 

Ia menegaskan, keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi perilaku setelahnya.
 

Jangan Kembali ke Kebiasaan Lama
 

Nasaruddin meminta masyarakat tidak kembali pada kebiasaan lama yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan.
 

“Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi harus dipatrikan dalam diri. Jangan sampai setelah Ramadan kita kembali seperti semula,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
 

Menurutnya, Ramadan adalah momentum pembentukan karakter yang harus terus dijaga.
 

Ramadan Bentuk Karakter
 

Ia menjelaskan, selama Ramadan umat dilatih untuk memperkuat nilai-nilai moral dan sosial.
 

Mulai dari kejujuran hingga kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti saat Ramadan berakhir.
 

“Nilai-nilai itu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.
 

Berdampak pada Kehidupan Berbangsa
 

Nasaruddin menilai, konsistensi menjaga nilai Ramadan akan berdampak luas. Tidak hanya pada individu, tetapi juga pada kehidupan berbangsa.
 

Masyarakat yang mampu menjaga nilai tersebut dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis dan produktif.
 

“Kalau kita bisa menjaga spirit Ramadan, kita akan menjadi pribadi yang menyejukkan,” ujarnya.
 

Jaga Persatuan, Hindari Konflik
 

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Ia meminta masyarakat tidak terjebak pada kepentingan sesaat yang bisa merusak kebersamaan.
 

“Jangan sampai karena kepentingan sesaat kita saling menyikut. Itu bisa melemahkan sendi kebangsaan,” tegasnya.
 

Lebaran Jadi Titik Awal
 

Menag berharap, Idulfitri menjadi titik awal untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan.
 

Bukan justru menjadi akhir dari perubahan.
 

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga nilai itu setelah Ramadan,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: