Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

KMP Mutiara Ferindo 2 Terbakar di Perairan Banten, 12 ABK Dievakuasi Bakamla

Laporan: Firman
Kamis, 03 April 2025 | 20:59 WIB
Petugas dari BAKAMPLA menyelamatkan penumpang KMP Mutiara Ferindo 2 dilahap api di perairan Banten. - Istimewa/Disway -
Petugas dari BAKAMPLA menyelamatkan penumpang KMP Mutiara Ferindo 2 dilahap api di perairan Banten. - Istimewa/Disway -

RMBANTEN.COM - Raja Media, Banten – Suasana mencekam melanda Perairan Banten pada Kamis dini hari, 3 April 2025, ketika KMP Mutiara Ferindo 2 dilahap api. Insiden ini membuat 12 anak buah kapal (ABK) harus dievakuasi secara dramatis oleh KN Tanjung Datu-301 milik Bakamla RI.
 

Kapten Bakamla, Yuhanes Antara, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
 

"Belum diketahui penyebab pastinya dan masih dalam proses penyelidikan," kata Yuhanes dalam keterangan tertulis mengutip laman Disway, Kamis (3/4).
 

Meski begitu, dugaan sementara mengarah ke tumpukan kayu pallet di Car Deck D sebagai pemicu awal kobaran api.
 

Detik-Detik Kapal Dilalap Api
 

Insiden bermula ketika kapal sedang lego jangkar di Perairan Banten. Tiba-tiba, awak kapal melihat asap mengepul dari bagian blower.
 

"Crew mesin, Yandi, yang saat itu sedang mematikan generator darurat, melihat asap mengepul dari blower. Setelah dicek lebih lanjut, api ternyata berasal dari Car Deck D," jelas Yuhanes.
 

Melihat api makin membesar, Yandi segera memanggil Masinis 3 dan awak lainnya untuk berusaha memadamkan api. Namun, usaha mereka sia-sia. Situasi makin darurat hingga Chief Officer kapal mengirimkan sinyal bahaya melalui komunikasi VHF kepada KN Tanjung Datu-301.
 

Bakamla RI Bergerak Cepat Selamatkan ABK
 

Merespons panggilan darurat, Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, langsung mengerahkan tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) untuk menyelamatkan para ABK.
 

"Tim VBSS tiba di lokasi pada pukul 04.20 WIB dan langsung mengevakuasi 12 ABK dari total 17 ABK yang berada di kapal," ungkapnya.
 

Setelah dievakuasi, seluruh ABK langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan di atas KN Tanjung Datu-301.
 

Sementara itu, lima ABK lainnya memilih bertahan di kapal untuk membantu tim gabungan Bakamla RI dan Basarnas dalam proses pemadaman.
 

Setelah perjuangan lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 05.20 WIB.
 

Insiden ini menjadi peringatan keras soal bahaya kebakaran di laut serta pentingnya kesiapan tim penyelamat dalam menghadapi situasi darurat.rajamedia

Komentar: