Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Puasa Communal Piety

Oleh: Abdul Mu'ti
Selasa, 03 Maret 2026 | 18:52 WIB
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti

RMBANTEN.COM - PUASA adalah ibadah yang diwajibkan bagi muslim yang aqil - baligh (dewasa). Pada umumnya, baligh dimaknai dalam pengertian reproduksi. Laki-laki ditandai dengan ihtilam (mimpi basah), perempuan dengan haid (menstruasi).


Aqil berarti berakal sehat. Maksudnya sehat jasmani dan ruhani. Agama dan akal saling berkaitan. Hukum Islam berlaku bagi orang yang berakal dan penuh kesadaran. Di antara tujuan syariat (maqasid al-syariah), menurut Imam al-Ghazali, adalah untuk melindungi akal (hifz al-aql). Seseorang melaksanakan ajaran agama, karena kesadaran dan faktor-faktor internal, terutama iman dan taqwa.


Akan tetapi, kesadaran beribadah tidak lepas dari faktor eksternal, pengaruh lingkungan atau komunitas. Kesalehan suatu komunitas (communal piety) memengaruhi kesalehan seseorang. Banyak ibadah menjadi lebih baik jika dilaksanakan bersama-sama seperti salat, puasa, dsb. Salat berjamaah lebih 27 kali lebih baik daripada salat sendiri. Berpuasa terasa ringan di tengah masyarakat yang berpuasa.


Dalam Hadis disebutkan, setiap anak lahir dalam keadaan fitrah (beragama Islam).  Ayahnya (lingkungan sosial) dapat menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan. Menurut  Andrew Newberg dan Mark Waldman dalam Born To Believe (2007), manusia memiliki potensi beragama. Agama seseorang ditentukan oleh lingkungan sosialnya.


Filosofi masyarakat Minangkabau: adat bersendi syara dan syara bersendi Kitabullah menunjukkan bagaimana dekatnya hubungan agama dengan tradisi. Dalam fikih Imam Malik, tradisi yang baik (urf) dapat menjadi sumber hukum. Al-Adat muhakkamat.


Puasa akan lebih khusyu apabila kita berada di lingkungan sosial yang mendukung. Kekhusyuan berpuasa lebih terasa jika kita memperbanyak salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, bersedekah untuk komunitas. Puasa lebih khusyu jika masyarakat menghormati dan menciptakan kondisi yang mendukung.rajamedia

Komentar:
BERITA LAINNYA
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Puasa dan Moral Kedermawanan
Selasa, 03 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak - ist
Puasa untuk Pemimpin Kaum Tertindas
Minggu, 01 Maret 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti
Makan Sahur
Minggu, 01 Maret 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti
Buka Bersama
Sabtu, 28 Februari 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti
Puasa Rojali-Rohana
Kamis, 26 Februari 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti - ist -
Puasa Doxing
Selasa, 24 Februari 2026