Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kementerian PU Bidik Tangsel, Koridor Pamulang-Serpong Disiapkan Jadi Kawasan Percontohan

Laporan: Firman
Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:59 WIB
Kementerian PU Bidik Tangsel, koridor Pamulang-Serpong disiapkan jadi kawasan percontohan - Ilustrasi RMN -
Kementerian PU Bidik Tangsel, koridor Pamulang-Serpong disiapkan jadi kawasan percontohan - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Tangsel - Penataan kawasan perkotaan Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mendapat perhatian serius Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW).
 

Kajian tersebut mencakup koridor Pamulang, Setu, Serpong, dan kawasan sekitarnya sebagai bagian dari strategi pengembangan perkotaan Tangsel. Studi ini merupakan bagian dari program National Urban Development Project (NUDP) yang telah menjadikan Tangerang Selatan sebagai salah satu wilayah sasaran pengembangan sejak 2019.
 

Studi Dimulai, Tangsel Dikaji Menyeluruh
 

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah II BPIW, Airlangga Mardjono, mengatakan kajian saat ini masih berada pada tahap persiapan.
 

Menurutnya, tim akan melihat kawasan perkotaan Tangsel secara menyeluruh untuk memetakan kebutuhan dan persoalan infrastruktur yang perlu ditangani.
 

“Ini kick-off meeting, rapat persiapan untuk melakukan studi, nanti kita akan melakukan studi di Tangsel, studi kawasan perkotaan,” ujar Airlangga, dikutip dari laman RRI, Rabu (12/8/2026).
 

Kajian tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun arah penataan kawasan dan pengembangan infrastruktur perkotaan Tangsel.
 

Kawasan Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus
 

BPIW juga akan mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pada kawasan pendidikan di Tangerang Selatan.
 

Aspek yang dikaji tidak hanya menyangkut bangunan atau fasilitas pendidikan, tetapi juga konektivitas transportasi, hunian, sanitasi, hingga penyediaan air bersih.
 

“Temanya tentang pendidikan. Nanti kita akan lihat kawasan pendidikan, hal-hal infrastruktur apa yang diperlukan di sana,” kata Airlangga.
 

Pendekatan tersebut dinilai penting karena kawasan pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas masyarakat dan kebutuhan layanan dasar perkotaan.
 

Belum Pembangunan Fisik
 

Airlangga menegaskan kajian yang dilakukan BPIW belum memasuki tahap pembangunan fisik.
 

Tahap awal program justru difokuskan pada penyusunan dokumen perencanaan kawasan dan tata ruang perkotaan.
 

“Ini masih dokumen perencanaannya. Nanti keluarannya bukan fisik yang di lapangan. Ini perencanaan secara perkotaan, tata ruang,” ucapnya.
 

Artinya, hasil studi nantinya akan menjadi pijakan untuk menentukan arah pengembangan kawasan sebelum masuk ke tahap implementasi proyek.
 

Pamulang Jadi Koridor Prioritas
 

Team Leader Kegiatan sekaligus Konsultan BPIW, Isro Saputra, menyebut koridor Pamulang menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam kajian.
 

Menurutnya, perkembangan kawasan Pamulang berlangsung cukup sporadis sehingga membutuhkan intervensi pemerintah agar pertumbuhannya lebih terarah.
 

“Untuk di koridor Pamulang itu masih berkembang secara sporadis. Sehingga intervensi pemerintah sangat perlu dalam penataan koridor itu,” kata Isro.
 

Tim akan melihat berbagai persoalan yang muncul seiring pertumbuhan kawasan, termasuk kemacetan, banjir, sampah, sanitasi, hingga penataan ruang bagi UMKM.
 

Bintaro dan Serpong Ikut Dipetakan
 

Selain Pamulang, perkembangan kawasan Bintaro dan Serpong juga menjadi bagian dari kajian.
 

Isro mengatakan kedua kawasan tersebut memiliki karakter perkembangan yang dipengaruhi oleh pengelolaan sejumlah pengembang swasta.
 

Karena itu, studi akan melihat keterkaitan antarwilayah dan kebutuhan infrastruktur agar perkembangan kawasan perkotaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
 

Pendekatan kawasan menjadi penting untuk memastikan persoalan transportasi, lingkungan, permukiman, dan aktivitas ekonomi dapat ditangani secara terintegrasi.
 

410,75 Hektare Disiapkan Jadi Fokus Kajian
 

Kawasan prioritas kajian memiliki luas sekitar 410,75 hektare, membentang dari Bundaran Pamulang hingga kawasan Serpong.
 

Namun, area tersebut nantinya akan dipersempit untuk menentukan lokasi percontohan atau pilot area.
 

“Area tersebut nantinya akan dipersempit. Menjadi pilot area seluas 50 hingga 100 hektare untuk menentukan major project,” kata Isro.
 

Dari kawasan percontohan tersebut, tim akan menentukan proyek utama yang dinilai paling strategis untuk mendukung penataan perkotaan Tangsel.
 

Enam Bulan, Libatkan Masyarakat
 

Studi penataan kawasan ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan.
 

Tim BPIW akan melakukan dua kali peninjauan lapangan serta wawancara dengan masyarakat untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi kawasan.
 

“Dalam prosesnya nanti, tim akan melakukan dua kali peninjauan lapangan. Serta wawancara dengan masyarakat,” ujar Isro.
 

Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting agar perencanaan tidak hanya didasarkan pada data teknis, tetapi juga mempertimbangkan persoalan yang benar-benar dirasakan warga.
 

Pemkot Tangsel hingga Pemprov Banten Terlibat
 

Kajian ini akan melibatkan berbagai instansi pemerintah, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tangerang Selatan hingga Pemprov Banten.
 

Koordinasi lintas pemerintahan diperlukan mengingat persoalan perkotaan tidak berhenti pada batas administratif satu wilayah.
 

Tim juga akan menyusun rancangan dasar kawasan sebagai bagian dari keluaran studi penataan perkotaan.
 

TOD Berpotensi Jadi Konsep Utama
 

Konsep integrasi transportasi melalui Transit Oriented Development (TOD) juga berpotensi masuk dalam rancangan dasar kawasan.
 

Konsep tersebut akan dikaji dengan mempertimbangkan tingginya mobilitas warga Tangerang Selatan menuju wilayah DKI Jakarta.
 

Dengan konektivitas transportasi yang semakin terintegrasi, penataan kawasan diharapkan mampu mengurangi persoalan kemacetan sekaligus mendukung perkembangan permukiman dan pusat-pusat aktivitas ekonomi.
 

Kajian Kementerian PU ini menjadi langkah awal untuk menentukan masa depan penataan kawasan Tangsel secara lebih terarah. Dari koridor Pamulang hingga Serpong, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan kota tidak berlangsung sporadis, tetapi dibangun melalui perencanaan tata ruang, infrastruktur, transportasi, lingkungan, dan ekonomi yang terintegrasi.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: