Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Surakman Teridentifikasi, Basarnas Ubah Strategi Pencarian 7 Korban Arupadhatu 1

Laporan: Firman
Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad - Foto: YouTube Polda Banten -
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad - Foto: YouTube Polda Banten -

RMBANTEN.COM – Serang – Teridentifikasinya jenazah Surakman (60), salah satu kru KM Arupadhatu I, menjadi titik baru dalam penanganan hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut di perairan Selat Sunda. Basarnas Banten menegaskan operasi SAR gabungan belum otomatis dibuka kembali, tetapi pemantauan dan koordinasi lintas wilayah terus diperkuat. 
 

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, setelah operasi pencarian lapangan dihentikan, Basarnas menjalankan pola tindak lanjut melalui pemantauan dan penyebaran informasi. Hingga 23 September 2026, belum ditemukan petunjuk keberadaan tujuh orang lainnya maupun posisi kapal Arupadhatu I. 
 

Operasi Massal Belum Dibuka Kembali
 

Al Amrad menjelaskan, operasi pencarian sebelumnya telah berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari. Setelah evaluasi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal, operasi gabungan kemudian dihentikan.
 

“Selama 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jelajah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 kita evaluasi, kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari, itu tidak ada tanda-tanda korban, makanya kita lakukan dengan tindak lanjut e-broadcast dan pemantauan,” kata Al Amrad. 
 

Dengan pola tersebut, temuan jenazah Surakman di Pulau Enggano tidak serta-merta membuat operasi pencarian fisik dibuka kembali. Basarnas terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap informasi dan petunjuk yang tersedia.
 

Koordinasi Diperluas ke Bengkulu dan Lampung
 

Penemuan jenazah di Pulau Enggano yang berada di wilayah Bengkulu menjadi dasar penguatan koordinasi antarwilayah.
 

Basarnas Banten kini berkomunikasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung, termasuk dengan kelompok nelayan di wilayah pesisir yang berpotensi menemukan informasi mengenai korban ataupun bagian kapal. 
 

“Jadi kalau untuk perpanjangan dan hingga saat ini, hingga saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung yang untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar,” ujar Al Amrad. 
 

E-Broadcast Tetap Berjalan
 

Selain koordinasi lintas wilayah, Basarnas mempertahankan mekanisme penyebaran informasi melalui jaringan komunikasi yang menjangkau kapal dan masyarakat pesisir.
 

Pemantauan dilakukan untuk memperoleh informasi apabila terdapat temuan baru yang berkaitan dengan tujuh korban lainnya maupun kapal Arupadhatu I. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah operasi SAR gabungan dihentikan. 
 

Basarnas Lampung Tetap Siaga
 

Kantor SAR Lampung juga menyatakan tetap melakukan monitoring dan menunggu arahan Search Mission Coordinator (SMC) apabila terdapat dasar untuk membuka kembali operasi pencarian secara fisik.
 

Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansyah mengatakan pihaknya saat ini belum mengerahkan alutsista untuk pencarian fisik, tetapi pemantauan terkait insiden tersebut terus berjalan. 
 

Sementara itu, Basarnas Bengkulu juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas Banten mengenai kemungkinan operasi pencarian berikutnya. 
 

Satu Korban Teridentifikasi, Tujuh Masih Dicari
 

Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano pada 12 September 2026 akhirnya teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA oleh tim DVI. Hasil pencocokan menunjukkan jenazah tersebut merupakan Surakman, salah satu kru Arupadhatu I. 
 

Sementara itu, lima jurnalis dan dua kru lainnya masih belum ditemukan. Posisi KM Arupadhatu I juga belum diketahui. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan hingga 23 September belum ada temuan yang memastikan keberadaan kapal tersebut. 
 

Dengan demikian, pencarian belum berakhir dalam arti pemantauan. Basarnas tetap membuka jalur koordinasi dan menunggu setiap informasi baru yang dapat menjadi petunjuk untuk menentukan langkah berikutnya.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: