Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Ubah Masalah Sekitar Jadi Peluang Usaha

Laporan: Firman
Senin, 21 September 2026 | 22:28 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat mengisi Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) Universitas Muhammadiyah Bandung, Bandung, Senin (21/9/2026). - Foto: Humas KUMKM -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat mengisi Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) Universitas Muhammadiyah Bandung, Bandung, Senin (21/9/2026). - Foto: Humas KUMKM -

RMBANTEN.COM – Bandung – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa membangun pola pikir kewirausahaan dengan menjadikan persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang untuk menghadirkan solusi sekaligus menciptakan usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat.
 

Pesan tersebut disampaikan Menteri Maman dalam kegiatan Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) Universitas Muhammadiyah Bandung, Bandung, Senin (21/9/2026).
 

Menurut Maman, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi wirausaha masa depan. Kampus bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah pemikiran kritis, melahirkan inovasi, dan mengubah gagasan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial.
 

Kewirausahaan Berawal dari Pola Pikir
 

Maman menegaskan, menjadi entrepreneur tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Menurutnya, fondasi utama kewirausahaan justru terletak pada cara berpikir dalam membaca peluang dan menemukan solusi.

“Menjadi entrepreneur tidak selalu dimulai dari modal besar. Kewirausahaan bermula dari pola pikir, seperti mampu membaca peluang, berpikir kritis, berani mengambil langkah, dan menciptakan solusi yang memberikan nilai bagi orang lain,” ujar Menteri Maman.
 

Karena itu, mahasiswa didorong tidak sekadar mencari ide bisnis yang sedang populer. Mereka perlu belajar memahami persoalan nyata yang ada di sekitar dan melihat kemungkinan solusi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha.
 

"Think Smart, Start Small, Be Impactful"
 

Untuk membangun pola pikir tersebut, Menteri Maman memperkenalkan tiga prinsip yang dapat menjadi bekal mahasiswa dalam memulai usaha, yakni Think Smart, Start Small, dan Be Impactful.
 

Prinsip Think Smart menekankan pentingnya kepekaan dalam membaca kebutuhan masyarakat. Mahasiswa dapat memulainya dengan mendengarkan persoalan di lingkungan sekitar, mengidentifikasi kebutuhan, kemudian melakukan validasi terhadap gagasan usaha yang ingin dikembangkan.
 

“Think Smart diperlukan untuk melatih kepekaan guna melihat masalah di lingkungan sekitar sebagai peluang, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta melakukan validasi atas gagasan usaha,” katanya.
 

Setelah menemukan dan memvalidasi gagasan, mahasiswa didorong untuk menerapkan prinsip Start Small.
 

Prinsip ini menekankan keberanian memulai dari langkah sederhana. Mahasiswa tidak harus menunggu seluruh kondisi sempurna sebelum menguji ide, produk, maupun model bisnis yang telah dirancang.
 

Usaha Harus Memberi Dampak
 

Prinsip ketiga adalah Be Impactful. Maman menempatkan kebermanfaatan sebagai bagian penting dalam membangun usaha.
 

Artinya, keberhasilan kewirausahaan tidak semata diukur dari keuntungan ekonomi. Usaha yang dibangun mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.
 

Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh sebagai pencipta peluang ekonomi.
 

Kampus Jadi Ruang untuk Bereksperimen
 

Maman juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi kegagalan ketika mulai membangun usaha.
 

Menurutnya, masa perkuliahan merupakan momentum yang tepat untuk bereksperimen, menguji gagasan, memperluas jejaring, dan belajar dari berbagai pengalaman.
 

“Kampus adalah tempat yang tepat untuk mencoba. Manfaatkan ruang belajar, diskusi, organisasi, jejaring pertemanan, dan pengalaman akademik untuk menguji gagasan. Temukan ide dari persoalan yang paling dekat, wujudkan melalui aksi nyata, dan pastikan setiap langkah memberi manfaat yang semakin luas,” ujarnya.
 

Keberanian memulai, kata Maman, harus berjalan bersama kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki gagasan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
 

Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda
 

Kementerian UMKM terus mendorong pertumbuhan wirausaha muda, termasuk yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi.
 

Kampus diharapkan menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem kewirausahaan nasional yang mempertemukan pengetahuan, inovasi, kreativitas, dan keberanian untuk memulai usaha.
 

Melalui penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa, semakin banyak generasi muda diharapkan tumbuh menjadi wirausaha yang mandiri, kreatif, tangguh, dan berdaya saing.
 

Pada akhirnya, kewirausahaan tidak hanya menjadi jalan membangun usaha, tetapi juga sarana menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: