Andra Soni Sambangi Keluarga Jurnalis Hilang, Pemprov Banten Pastikan Pendampingan Berlanjut
RMBANTEN.COM – Gubernur Banten Andra Soni menyambangi keluarga jurnalis yang hilang kontak dalam insiden KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan dukungan moril, santunan, sekaligus perkembangan informasi terkait penanganan pasca-insiden kepada keluarga korban. Pemprov Banten memastikan komunikasi dengan keluarga tetap berjalan meski operasi SAR aktif telah dihentikan.
Sambangi Keluarga di Sejumlah Tempat
Dalam kunjungannya, Andra Soni mendatangi keluarga Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency, di Ciledug, Kota Tangerang, serta keluarga Donal Husni, jurnalis lepas, di Serpong, Tangerang Selatan.

Ia juga menyambangi rumah duka Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews, di Sawangan, Depok. Sebelumnya, Andra telah mendatangi keluarga Surakman, salah satu kru KM Arupadhatu I, di Carita, Pandeglang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Banten untuk memastikan keluarga tetap mendapatkan informasi perkembangan penanganan secara langsung dan tidak hanya melalui informasi yang beredar di masyarakat.
Informasi Tetap Dipantau
Andra Soni menegaskan bahwa penghentian operasi SAR aktif tidak berarti perhatian pemerintah terhadap para korban dan keluarganya ikut berhenti.
Ia mengatakan Pemprov Banten akan terus memantau setiap informasi yang muncul dari berbagai pihak, termasuk laporan dari nelayan dan masyarakat yang melintas di perairan Selat Sunda.

“Kami terus memantau pembaruan informasi, baik temuan dari nelayan, masyarakat, maupun pihak lainnya. Sebagaimana yang pernah kami janjikan, kami akan terus memantau dan menginformasikan perkembangannya kepada keluarga.”
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga komunikasi dengan keluarga setelah operasi pencarian resmi berakhir.
Operasi SAR Berakhir, Pemantauan Berlanjut
Operasi pencarian KM Arupadhatu I sebelumnya resmi dihentikan pada 17 September 2026, setelah berlangsung selama 10 hari. Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun para korban yang masih hilang.
Namun, Pemprov Banten memastikan pemantauan tetap dilakukan. Informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban juga disebarluaskan kepada kapal-kapal nelayan maupun kapal yang melintas di jalur perairan Selat Sunda hingga wilayah Bengkulu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga peluang ditemukannya informasi atau temuan baru di luar operasi SAR aktif.
Keluarga Diminta Tidak Ragu Meminta Pendampingan
Andra juga meminta keluarga korban tidak sungkan berkomunikasi dengan Pemprov Banten apabila membutuhkan bantuan atau pendampingan.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk tetap hadir bersama keluarga, terutama dalam situasi penuh ketidakpastian seperti yang mereka hadapi.
Sebelumnya, Andra juga menegaskan bahwa kebutuhan utama keluarga adalah dukungan dan kepastian informasi. Pemprov Banten berkomitmen membuka jalur komunikasi agar setiap perkembangan dapat segera disampaikan kepada keluarga.
Informasi Harus Disaring
Di tengah masih adanya harapan dari keluarga, Andra mengingatkan pentingnya memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemprov Banten berupaya menyaring informasi yang berasal dari nelayan, masyarakat maupun pihak lain sebelum disampaikan kepada keluarga. Langkah ini penting untuk mencegah keluarga menerima informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, perkembangan sebelumnya menunjukkan satu korban dari insiden tersebut telah teridentifikasi. Surakman, salah satu kru KM Arupadhatu I, ditemukan di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu, dan identitasnya dikonfirmasi melalui pemeriksaan ilmiah termasuk DNA.
Harapan Korban Lain Segera Ditemukan
Meski operasi SAR resmi telah berakhir, keluarga dan pemerintah masih berharap tujuh korban lainnya dapat segera ditemukan.
Andra Soni mengajak semua pihak untuk terus mendoakan keselamatan para korban sekaligus menjaga komunikasi dan penyebaran informasi yang akurat.
Bagi Pemprov Banten, pendampingan tidak berhenti ketika operasi SAR berakhir. Pemerintah akan tetap berada bersama keluarga, memantau setiap perkembangan dan menyampaikan informasi yang terverifikasi.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Parlemen 1 hari yang lalu
Pulitik Jero | 4 hari yang lalu
Ékobis | 3 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 13 jam yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Ékobis | 1 minggu yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Ékobis | 3 hari yang lalu