Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Hujan Deras Picu Longsor di Cisoka, Lima Rumah Rusak dan Puluhan Warga Mengungsi

Laporan: Iyan Sopian
Kamis, 08 Januari 2026 | 11:22 WIB
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah didampingi Camat Cisoka Sumartono meninjau lokasi longsor di Desa Carenang dan memberi bantuan. - Dok. Polresta Tangerang -
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah didampingi Camat Cisoka Sumartono meninjau lokasi longsor di Desa Carenang dan memberi bantuan. - Dok. Polresta Tangerang -

RMBANTEN.COM - Tangerang — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang memicu bencana longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima rumah warga rusak, satu di antaranya mengalami kerusakan berat, dan 28 jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan.
 

Longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil di kawasan permukiman yang berada di kontur tanah miring.
 

Tanah Labil, Dinding Rumah Ambrol
 

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan pergerakan tanah berlangsung secara perlahan sebelum akhirnya merusak bagian belakang bangunan rumah warga.
 

“Ada lima rumah mengalami kerusakan di bagian belakang bangunan, dan satu rumah rusak parah karena tergerus pergerakan tanah,” ujar Taufik menlansir laman RRI, Kamis (8/1/2026).
 

Menurutnya, seluruh rumah terdampak berada di area rawan longsor, sehingga risiko pergerakan tanah masih perlu diwaspadai.
 

28 Jiwa Dievakuasi ke Rumah Kerabat
 

Akibat kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Tangerang mengevakuasi 28 jiwa penghuni rumah terdampak. Untuk sementara, para korban memilih mengungsi ke rumah sanak saudara yang lokasinya relatif aman dan tidak jauh dari titik longsor.
 

“Evakuasi dilakukan untuk menghindari risiko longsor susulan, mengingat kondisi tanah masih labil,” jelas Taufik.
 

Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
 

BPBD mencatat, kerugian material akibat longsor ini ditaksir mencapai Rp400 juta. Kerusakan meliputi struktur bangunan rumah, perabotan milik warga, serta kondisi tanah di sekitar permukiman yang masih berpotensi bergerak.
 

BPBD Lakukan Monitoring dan Antisipasi Susulan
 

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan monitoring intensif di lokasi kejadian. Pendataan dampak bencana masih berlangsung untuk memastikan tidak ada korban tambahan serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
 

BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.rajamedia

Komentar: