Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Gubernur Andra Lirik Potensi 14 Pabrik Pakan Ternak, Bidik Pasar Telur & Ayam Jabodetabek

Laporan: Firman
Selasa, 30 Juni 2026 | 20:16 WIB
Gubernur Banten Andra Soni - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Serang – Gubernur Banten Andra Soni menilai Provinsi Banten memiliki peluang besar menjadi salah satu pemasok utama daging ayam dan telur untuk wilayah Jabodetabek. Optimisme itu didukung keberadaan 14 pabrik pakan ternak serta posisi strategis Banten yang berbatasan langsung dengan kawasan aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.
 

Hal itu disampaikan Andra saat mengunjungi PT Japfa Comfeed Unit Cikande, Kabupaten Serang, Senin (29/6/2026).
 

Menurutnya, potensi industri pakan ternak yang dimiliki Banten perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.
 

"Saya melihat potensi industri pakan ternak di Provinsi Banten sangat besar dan harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," kata Andra.
 

Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan
 

Andra menjelaskan, gagasan tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat sebagai prioritas nasional.
 

Pemprov Banten, kata dia, saat ini tengah menyiapkan program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif yang diarahkan untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha peternakan.
 

Untuk skala rumah tangga maupun Kelompok Usaha Bersama (KUB), usaha ayam petelur dinilai memiliki prospek yang baik. Sementara usaha berskala menengah dapat difokuskan pada peternakan ayam pedaging.
 

Menurut Andra, bantuan yang diberikan pemerintah tidak boleh berhenti pada penyaluran modal semata, tetapi juga harus mampu mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
 

"Yang paling penting adalah ada kemauan untuk berusaha sehingga bantuan ini benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.
 

BUMD dan Koperasi Disiapkan untuk Distribusi
 

Andra mengatakan distribusi pakan kepada masyarakat nantinya dapat melibatkan PT Agribisnis Banten Mandiri sebagai BUMD milik Pemprov Banten.
 

Selain itu, jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga dinilai dapat menjadi mitra dalam menyalurkan pakan maupun hasil peternakan kepada masyarakat.
 

Ia menambahkan, pelatihan bagi para penerima bantuan menjadi bagian penting agar usaha peternakan dapat berjalan secara berkelanjutan.
 

Japfa: Industri Butuh Dukungan Pemerintah
 

Direktur PT Japfa Comfeed Azrul Arifin menyambut baik kunjungan Gubernur Banten ke fasilitas perusahaan di Cikande.
 

Ia menjelaskan, pabrik yang berdiri sejak Juni 2000 tersebut melayani pasar Jawa Barat, Jabodetabek, Banten hingga Kalimantan Barat.
 

Menurut Azrul, perkembangan industri peternakan akan semakin baik apabila didukung kebijakan pemerintah.
 

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan bahan baku utama berupa jagung hingga kini masih banyak dipasok dari luar Provinsi Banten.
 

Pelatihan Jadi Kunci Keberhasilan
 

Azrul menilai program pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif apabila penerima bantuan dipilih dari kelompok yang memang sudah siap menjalankan usaha.
 

Selain bantuan modal, calon peternak juga perlu dibekali pelatihan teknis, pendampingan, hingga analisis usaha agar bisnis yang dijalankan bisa berkembang.
 

"Kalau dibentuk dalam kelompok, pembinaannya akan jauh lebih mudah dan peluang berhasilnya juga lebih besar," katanya.
 

RAJA MEDIA I Ekonomi dan Bisnisrajamedia

Komentar: