Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Banten Gaspol! Irigasi Bersih Jadi Kunci Ketahanan Pangan

Laporan: Firman
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:40 WIB
Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih di Saluran Daerah Irigasi Ciujung Primer Barat BPB 28, Jalan Raya Kasemen, Desa Kasunyatan, Kota Serang, Jumat (7/8/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih di Saluran Daerah Irigasi Ciujung Primer Barat BPB 28, Jalan Raya Kasemen, Desa Kasunyatan, Kota Serang, Jumat (7/8/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM – Serang - Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh Gerakan Irigasi Bersih yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Gerakan tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga kebersihan, kelancaran, dan optimalisasi saluran irigasi guna memperkuat ketahanan pangan.
 

Dukungan itu disampaikan Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Budi Santoso, saat menghadiri Pencanangan Gerakan Irigasi Bersih di Saluran Daerah Irigasi Ciujung Primer Barat BPB 28, Jalan Raya Kasemen, Desa Kasunyatan, Kota Serang, Jumat (7/8/2026).
 

Kolaborasi Jadi Kunci
 

Budi mengatakan kebersihan dan keberlanjutan saluran irigasi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah. Dibutuhkan kolaborasi hingga tingkat desa dan masyarakat.
 

"Apresiasi atas kegiatan ini. Bentuk kolaborasi antara pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, kota dan provinsi dengan pemerintah pusat serta masyarakat dalam rangka menjaga saluran irigasi sehingga optimal dalam mengairi sawah," ungkap Budi mengutip laman bantenprov.go.id.
 

Menurutnya, gerakan tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
 

"Merupakan komitmen kita bersama untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam ketahanan pangan," tambahnya.
 

Banten Usulkan 195,8 Ribu Hektare Lahan Baku Sawah
 

Budi mengungkapkan, Pemprov Banten melalui usulan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kepada pemerintah pusat mengusulkan Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 195,8 ribu hektare.
 

Sementara itu, dalam data yang disampaikan Pemprov Banten, usulan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) tercatat seluas 165 hektare.
 

Budi juga mengapresiasi pembangunan sejumlah jaringan irigasi di Banten yang dinilai dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
 

"Tahun ini banyak sekali saluran irigasi yang dibangun untuk memajukan pertanian di Provinsi Banten," pungkasnya.
 

Gerakan Irigasi Bersih Digelar Serentak
 

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI, Arnold Aristoteles Paplapna Titiauw, mengatakan pencanangan Gerakan Saluran Irigasi Bersih dilakukan secara serempak di berbagai daerah di Indonesia.
 

Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya menyasar saluran irigasi primer, tetapi juga saluran tersier yang berada di kawasan persawahan.
 

Arnold menegaskan, persoalan air menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Air baku dibutuhkan untuk kebutuhan air minum, sedangkan air irigasi menjadi penopang utama sektor pertanian.
 

"Gerakan ini harus dilanjutkan tidak hanya berhenti di seremonial, menyiapkan air baku dan air irigasi," tegas Arnold.
 

Irigasi Bersih, Banjir Bisa Dicegah
 

Arnold menjelaskan, saluran irigasi yang bersih dan tidak tersumbat akan membuat aliran air lebih lancar. Kondisi tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir ketika hujan turun.
 

"Gerakan ini membuat saluran irigasi berjalan dengan lancar, tidak tersumbat. Sehingga pas hujan tidak menyebabkan banjir," ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak menjadikan saluran irigasi sebagai tempat membuang sampah.
 

Arnold bahkan mendorong keterlibatan pelajar dan sekolah dalam gerakan tersebut agar kepedulian terhadap kebersihan saluran air dapat ditanamkan sejak dini.
 

Ciujung Barat Topang 16.800 Hektare Sawah
 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian, Dedi Yudha Lesmana, mengatakan Gerakan Irigasi Bersih diarahkan untuk menjaga fungsi jaringan irigasi sebagai salah satu penopang ketahanan pangan.
 

Selain menjaga fungsi infrastruktur, gerakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam merawat saluran irigasi.
 

"Meningkatkan kolaborasi serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara saluran irigasi," kata Yudha.

Ia menyebut jaringan irigasi primer Ciujung Barat memiliki daya dukung pengairan untuk kawasan pertanian seluas sekitar 16.800 hektare.
 

Bendungan Pamarayan Masih Aman
 

Yudha memastikan kebutuhan pengairan Ciujung pada musim kemarau saat ini masih didukung Bendungan Pamarayan.
 

Menurutnya, kapasitas tampungan bendungan tersebut masih berada di angka 91 persen.
 

"Kalau musim kemaraunya lama, sampai bulan November masih terpenuhi," jelasnya.
 

Sementara untuk kawasan Cibanten, meski Bendung Sindangheula mengalami penyusutan sekitar 20 persen, kapasitas tampungnya disebut masih mencukupi kebutuhan irigasi Cibanten.
 

Gerakan Irigasi Bersih pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan untuk memastikan air tetap mengalir, sawah tetap produktif, dan ketahanan pangan Banten semakin kuat.
 

RAJA MEDIA - Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: