Andra Soni Pasang Badan: Tak Boleh Ada Anak Banten Putus Sekolah!
RMBANTEN.COM - Tangerang Selatan — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menekan angka putus sekolah melalui Program Sekolah Gratis. Program ini difokuskan pada jenjang pendidikan menengah swasta, yang menjadi kewenangan langsung pemerintah provinsi.
Komitmen tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka kegiatan Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment (Alseace) di SMA Al Azhar Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).
Menurut Gubernur, persoalan putus sekolah di Banten masih menjadi tantangan serius. Hal itu tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Banten yang baru mencapai 9,16 tahun, setara dengan jenjang SMP.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, Pemprov Banten mengambil langkah konkret melalui Program Sekolah Gratis,” tegas Andra Soni.
Program Sekolah Gratis Dimulai 2025
Andra Soni menjelaskan, sejak Tahun Ajaran 2025–2026, Pemprov Banten resmi meluncurkan Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta.
Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak Banten tetap dapat melanjutkan pendidikan menengah tanpa terbebani biaya sekolah, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
“Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak Banten yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi,” ujarnya.
Sudah Jangkau 60 Ribu Siswa
Pada tahun pertama implementasinya, Program Sekolah Gratis telah menjangkau puluhan ribu pelajar di seluruh wilayah Banten.
“Saat ini sudah sekitar 60 ribu siswa yang menikmati Program Sekolah Gratis, tersebar di 814 sekolah,” ungkap Andra Soni.
Capaian tersebut dinilai sebagai langkah awal penting untuk memperbaiki akses dan kualitas pendidikan menengah di Banten.
Skema Gotong Royong Pendidikan
Gubernur menegaskan, Program Sekolah Gratis dijalankan dengan prinsip gotong royong. Pemerintah memprioritaskan pembiayaan bagi siswa dari keluarga tidak mampu, sementara keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi tetap berkontribusi pada pembiayaan pendidikan anaknya.
“Ini bukan sekadar gratis, tapi gotong royong. Negara hadir untuk yang membutuhkan agar akses pendidikan merata,” tegasnya.
Sasar Madrasah dan Hadapi Bonus Demografi
Ke depan, Pemprov Banten berkomitmen memperluas cakupan Program Sekolah Gratis hingga menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti Madrasah Aliyah.
Andra Soni menilai, pemerataan akses pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Banten, terutama dalam menghadapi bonus demografi 2030 dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Apresiasi Alseace SMA Al Azhar BSD
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Alseace oleh SMA Al Azhar BSD. Menurutnya, ajang ini menjadi wahana penting pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa.
“Kegiatan seperti ini sangat strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Al Azhar BSD, Mochamad Mukrim, menjelaskan bahwa Alseace merupakan agenda tahunan besar OSIS dengan tema Urban Farming Movement.
“Seluruh panitia berasal dari siswa kelas XI. Kegiatan ini melatih kepemimpinan, jiwa sosial, organisasi, dan kemampuan bermasyarakat,” jelas Mukrim.
Tahun ini, Alseace mempertandingkan 13 cabang lomba yang diikuti 217 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia, mencakup bidang olahraga, pendidikan, seni, budaya, dan hiburan.
Sumber: bantenprov.go.id![]()
Patandang 5 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Peristiwa | 4 hari yang lalu
Nagara | 2 hari yang lalu
Kaamanan | 2 hari yang lalu
Ékobis | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
