Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Gerhana Bulan Total di Bulan Ramadan, Muhammadiyah Ajak Umat Salat Khusuf

Laporan: Raja Media Network
Rabu, 25 Februari 2026 | 12:18 WIB
Foto ilustrasi gerhana bulan total - Repro -
Foto ilustrasi gerhana bulan total - Repro -

RMBANTEN.COM - Jakarta – Langit Indonesia akan menghadirkan tontonan langka. Pada 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah, fenomena Gerhana Bulan Total akan menghiasi malam Nusantara.
 

Bulan tak sekadar redup. Ia akan berubah menjadi merah jingga gelap—fenomena yang populer disebut Blood Moon.
 

Menurut penjelasan NASA, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan sepenuhnya. Cahaya Matahari yang tersaring atmosfer membuat Bulan tampak kemerahan.
 

Indonesia Dapat Menyaksikan Seluruh Fase
 

Kabar baiknya, Indonesia termasuk wilayah yang dapat menyaksikan seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir.
 

Selain Indonesia, fenomena ini juga terlihat:

 

- Sepanjang malam di Samudra Pasifik

- Malam hari di Asia Timur dan Australia

- Dini hari di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan bagian barat Amerika Selatan

- Sementara itu, Afrika dan Eropa tidak dapat menyaksikan peristiwa ini.
 

Momentum ini terasa istimewa karena terjadi di tengah bulan suci Ramadan—menjadi pengingat kebesaran semesta di saat umat menjalani ibadah puasa.
 

Maklumat Muhammadiyah: Ini Jadwal Lengkapnya
 

Melalui maklumat resmi, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan rincian waktu gerhana pada Selasa Wage, 14 Ramadan 1447 H / 3 Maret 2026 sebagai berikut:
 

1. Gerhana Sebagian mulai
16:50 WIB / 17:50 WITA / 18:50 WIT
 

2. Gerhana Total mulai
18:04 WIB / 19:04 WITA / 20:04 WIT
 

3. Puncak Gerhana
18:33 WIB / 19:33 WITA / 20:33 WIT
 

4. Gerhana Total berakhir
19:02 WIB / 20:02 WITA / 21:02 WIT
 

5. Gerhana Sebagian berakhir
20:17 WIB / 21:17 WITA / 22:17 WIT
 

Pada fase puncak pukul 18:33 WIB, Bulan akan berada dalam bayangan inti (umbra) Bumi sepenuhnya—momen ketika warna merah tembaga terlihat paling jelas.
 

Aman Dilihat, Tak Perlu Kacamata Khusus
 

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman disaksikan dengan mata telanjang. Tidak diperlukan kacamata khusus.
 

Namun, untuk pengalaman terbaik, pengamat disarankan:

- Mencari lokasi minim polusi cahaya

- Memastikan horizon timur tidak terhalang gedung atau pepohonan

- Menggunakan teropong atau teleskop untuk melihat detail kawah Bulan

 

Imbauan Salat Gerhana
 

Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana (Salat Khusuf) sebagai bentuk ibadah dan refleksi atas kebesaran Allah SWT.
 

Salat gerhana dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau musala, disertai khutbah, serta memperbanyak doa dan istigfar selama berlangsungnya gerhana.
 

Gerhana bulan, berbeda dengan gerhana matahari, aman disaksikan secara langsung tanpa alat pelindung khusus. Namun umat tetap diingatkan untuk menjaga kekhusyukan dan menjadikan peristiwa ini sebagai sarana memperkuat keimanan.
 

Ramadan dan Tanda Kebesaran Semesta
 

Terjadinya gerhana di bulan Ramadan menjadi momentum spiritual tersendiri. Di antara lantunan tarawih dan doa malam, umat Islam diajak merenungi tanda-tanda kebesaran Allah di jagat raya.
 

Maklumat ini sekaligus menjadi panduan resmi bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas dalam menyikapi fenomena langit tersebut secara ilmiah dan syar’i.
 

Langit akan memerah. Ramadan kian syahdu. Dan umat diajak bersujud dalam gerhana
 

Ramadan tahun ini tak hanya menghadirkan suasana spiritual, tetapi juga panggung kosmik yang memesona.
 

Langit Indonesia bersiap memerah—mengajak umat merenung tentang kebesaran Sang Pencipta di antara tarawih dan doa malam.rajamedia

Komentar: