Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

14 Tahun Tanpa Rabies, Banten Ukir Rekor Nasional Kesehatan Hewan

Laporan: Iyan Sopian
Minggu, 11 Januari 2026 | 09:09 WIB
Foto: Ilustrasi - Freepik -
Foto: Ilustrasi - Freepik -

RMBANTEN.COM - Serang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Selama 14 tahun berturut-turut, Banten sukses mempertahankan status Zero Case Rabies atau nol kasus rabies, sebuah capaian langka di tengah tingginya dinamika penanganan hewan penular rabies (HPR).
 

Rekor ini kian bermakna karena diraih di tengah tingginya laporan gigitan HPR sepanjang tahun 2025, yang secara potensi berisiko memicu penularan rabies.
 

Ribuan Kasus Gigitan, Nol Rabies
 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 1.362 kasus gigitan HPR. Namun seluruhnya berhasil ditangani secara cepat dan tepat melalui prosedur medis serta vaksinasi sesuai standar.
 

“Ini menjadi rekor tersendiri bagi Banten. Walaupun angka gigitan mencapai 1.362 kasus, semuanya tertangani dengan baik sehingga status bebas rabies tetap terjaga,” ujar Agus di Kota Serang, Sabtu (10/1/2026).
 

Strategi Jemput Bola Jadi Kunci
 

Agus menegaskan, keberhasilan mempertahankan status bebas rabies selama lebih dari satu dekade bukanlah kebetulan. Capaian tersebut merupakan hasil konsistensi surveilans ketat dan vaksinasi massal yang dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Distan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
 

Pemprov Banten menerapkan strategi proaktif atau “jemput bola”, dengan mendatangi langsung pemilik HPR untuk memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksin rabies.
 

“Perlindungan tidak hanya diberikan kepada hewan, tetapi juga kepada petugas kesehatan hewan yang memiliki risiko tinggi terpapar,” jelasnya.
 

Masyarakat Diminta Tetap Waspada
 

Meski menyandang status Zero Case Rabies, Agus mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Populasi HPR seperti anjing dan kucing di lingkungan permukiman masih cukup tinggi, sehingga potensi risiko tetap ada.
 

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan HPR untuk segera melakukan pertolongan pertama, yakni mencuci luka dengan air mengalir dan sabun, lalu melapor ke Rabies Center terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
 

“Rabies memang sangat mematikan. Namun penyakit ini 100 persen bisa dicegah dan ditangani jika korban segera mendapatkan tindakan medis,” tegas Agus.
 

Vaksinasi Rutin Jadi Benteng Utama
 

Sebagai langkah pencegahan utama, masyarakat diminta memastikan hewan peliharaan yang berpotensi menularkan rabies mendapatkan vaksinasi rutin.
 

Layanan vaksinasi rabies tersedia di berbagai klinik hewan serta Rumah Sakit Hewan milik Dinas Pertanian Provinsi Banten.
 

Sumber: bantenprov.go.idrajamedia

Komentar: