Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Cek Pintu Air Otomatis Bendung Sarakan, Rp5 Miliar untuk Tekan Banjir!

Laporan: Iyan Sopian
Rabu, 25 Februari 2026 | 10:33 WIB
Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau  operasional pintu air otomatis di Bendung Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.- Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau operasional pintu air otomatis di Bendung Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.- Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni turun langsung ke lapangan. Selasa (24/2/2026), ia meninjau operasional pintu air otomatis di Bendung Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
 

Peninjauan ini bukan sekadar seremonial. Andra ingin memastikan infrastruktur pengendali banjir yang dibangun pada 2025 benar-benar bekerja efektif menekan risiko luapan Sungai Cirarab—salah satu titik rawan banjir di wilayah tersebut.
 

Tujuh Pintu Air Kini Berteknologi Hidrolik
 

Di lokasi, Andra berkesempatan menguji langsung sistem pintu air hidrolik yang kini menggantikan mekanisme manual.
 

“Bendung Sarakan memiliki tujuh pintu air yang sebelumnya dalam kondisi rusak. Alhamdulillah, saat ini sudah diperbaiki oleh Pemprov Banten menggunakan teknologi pintu air hidrolik melalui anggaran tahun lalu sekitar Rp5 miliar,” ujar Andra melansir laman bantenprov.go.id.
 

Menurutnya, normalisasi fungsi pintu air sangat krusial untuk mengatur debit air secara presisi—terutama saat intensitas hujan tinggi.
 

“Hanya dalam beberapa menit setelah dibuka, debit air mulai berkurang. Ini langkah konkret kita dalam penanganan banjir,” tegas Andra.
 

Modernisasi ini diharapkan mampu meminimalisir genangan di kawasan permukiman sekitar yang selama ini terdampak luapan sungai.
 

Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Sedimentasi
 

Andra menegaskan, perbaikan pintu air hanyalah satu bagian dari skema besar penanganan banjir di Banten.
 

Pemprov Banten kini bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk melakukan normalisasi Sungai Cirarab secara menyeluruh.
 

“Tugas berikutnya normalisasi di hulu dan hilir. Sedimentasinya sangat tinggi. Ini tindak lanjut rapat koordinasi agar warga benar-benar terbebas dari ancaman banjir,” katanya.
 

Normalisasi menyasar pengerukan sedimentasi serta penataan alur sungai agar kapasitas tampung air meningkat signifikan.
 

Belajar dari Banjir 2024
 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan pembangunan tujuh pintu air otomatis menjadi prioritas setelah evaluasi banjir akhir 2024.
 

Saat itu, pintu air rusak sehingga warga terpaksa menggunakan kayu besar untuk membendung air demi kebutuhan irigasi sawah. Metode manual tersebut justru menghambat aliran air ketika hujan deras datang.
 

“Pada akhir 2024, penghalang kayu tidak dicabut saat hujan deras sehingga air meluap ke permukiman. Karena itu, 2025 kami prioritaskan pembangunan pintu otomatis dan menempatkan juru situ khusus untuk menjaga serta mengoperasikan alat ini 24 jam,” jelas Arlan.
 

Komitmen Adaptasi Iklim
 

Modernisasi Bendung Sarakan menjadi bagian dari komitmen Pemprov Banten menghadapi tantangan perubahan iklim yang makin ekstrem.
 

Dengan teknologi hidrolik, pengawasan 24 jam, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap kejadian banjir serupa tak lagi terulang.
 

Bagi Andra Soni, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini soal keselamatan warga—dan kehadiran negara di saat air meluap.rajamedia

Komentar: