Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Wabup Intan: Bangun Tangerang Bukan Hanya Beton, Tapi Juga Pikiran Santri

"Studi Tiru Kenduri Ramadan Resmi Dibuka"

Laporan: Iyan Sopian
Rabu, 04 Maret 2026 | 21:07 WIB
Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah saat membuka kegiatan Studi Tiru Santri Kenduri Ramadan 2026 - Prokopim Tangerang -
Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah saat membuka kegiatan Studi Tiru Santri Kenduri Ramadan 2026 - Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM - Tangerang – Pembangunan daerah tak cukup hanya dengan jalan mulus dan gedung menjulang. Di Kabupaten Tangerang, pesan itu ditegaskan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah saat membuka kegiatan Studi Tiru Santri Kenduri Ramadan 2026.
 

Kegiatan yang diinisiasi Akbar Initiative tersebut digelar di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati, Rabu (4/3/26). Puluhan santri dari berbagai kecamatan hadir mengikuti program yang dirancang selama 27 hari penuh.
 

Pembangunan Manusia Jadi Kunci
 

Dalam sambutannya, Intan menegaskan pembangunan sejati adalah pembangunan kualitas sumber daya manusia.
 

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusianya. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga gemar membaca, berpikir kritis, berdiskusi, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan,” tegas Intan melansir laman resmi Pemkab Tangerang.
 

Ia menekankan pentingnya memperkuat budaya literasi, termasuk di kalangan santri. Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum penguatan ilmu sekaligus pengayaan wawasan.
 

Santri Tak Hanya Ngaji, Tapi Juga Literasi
 

Melalui Kenduri Ramadan, para santri tidak hanya mendalami hadis, tafsir, dan kitab kuning. Mereka juga dibekali kemampuan menulis, berpikir kritis, hingga memahami dinamika pembangunan daerah.
 

“Literasi yang kuat akan melahirkan perspektif yang luas serta keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan,” ujar Intan.
 

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi.
 

27 Hari Pembinaan Intensif
 

Penggagas program, Subandi Musbah, menjelaskan Kenduri Ramadan 2026 diikuti puluhan santri dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang.
 

“Selama 27 hari para santri mengikuti kajian keislaman, penguatan literasi, hingga studi tiru ke sejumlah lembaga. Harapannya, lahir generasi muda Kabupaten Tangerang yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan luas,” jelasnya.
 

Bekal Memahami Tata Kelola Pemerintahan
 

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Rafiuddin Akbar, menambahkan bahwa program ini juga memperkenalkan para santri pada proses pemerintahan dan pembangunan daerah.
 

“Kami ingin menyiapkan generasi terbaik Kabupaten Tangerang. Para santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga dilatih menulis, berpikir kritis, dan memahami bagaimana proses pembangunan berjalan,” ungkapnya.
 

Dalam kegiatan studi tiru, para peserta berdiskusi dengan narasumber dari pemerintah daerah dan mengunjungi sejumlah institusi. Tujuannya jelas: memperluas wawasan tentang tata kelola pemerintahan serta peran generasi muda dalam pembangunan.
 

Ramadan kali ini bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan. Dari ruang rapat Wareng, pesan itu ditegaskan: membangun daerah dimulai dari membangun cara berpikir generasinya.rajamedia

Komentar: