Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Jeda Ramadan

Mereka yang Hidupnya Selalu Mudah

Oleh: Abdul Mu'ti
Rabu, 04 Maret 2026 | 18:00 WIB
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti

RMBANTEN.COM - DALAM kehidupan dunia ada orang yang hidupnya selalu mudah. Karirnya cemerlang. Rejeki berlimpah. Anak dan cucu salih dan salihah. Keluarga bahagia. Selalu segar, bugar, sehat wal afiat.


Mengapa? "Mereka adalah orang-orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan adanya adanya (pahala) terbaik (Qs. Al-Lail [92]: 5-7).


Di dalam Tafsir Al-Maraghi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan "fasanuyassiruhu li al-yusra" adalah kemudahan dalam menempuh jalan hidup yang sesuai dengan fitrah. Kemudahan tersebut merupakan buah dari komitmen dan konsistensi dalam berbuat kebaikan.


Orang yang berbuat kebaikan untuk kebaikan (bukan karena riya), ia akan merasakan kebahagiaan dirinya merasakan kenikmatan tak tertinggal yang belum pernah ia alami. Hal demikian mendorong orang berbuat lebih baik lagi.


Dengan berbagi (giving), seseorang akan merasakan kebahagiaan. Azim Jamal dan Harvey McKinnon dalam buku The Power of Giving;  How Giving Back Enriches Us All (2006) menjelaskan bahwa berbagi tidak harus berupa uang atau hal-hal yang bersifat material. Kita dapat berbagi waktu, cinta, harapan, ilmu, dan hal-hal non material lainnya.


Dalam Hadis Nabi disebutkan, tersenyum kepada sesama adalah sedekah. Dalam Hadis lain disebutkan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah. Ciri manusia bertakwa adalah mereka memberikan sesuatu yang masih dicintai (baik, bermanfaat) kepada orang yang dicintai dengan penuh rasa cinta (Qs. Al-Baqarah [2]: 177).


Dalam bahasa Azim Jamal dan Harvey McKinnon disebut CORE (Compassion, Order, Respectful, Emphathy). Orang dermawan hidupnya tenang dan bahagia karena selalu didoakan oleh mereka yang menerima sedekah (Qs. At-Taubah [9]: 103).


Dengan berbagi tercipta kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bersama (common good). Hidup akan menjadi mudah kalau kita memudahkan urusan orang lain.


Ramadan adalah momentum berbagi. Selain karena merupakan ajaran agama, berbagi adalah sarana membangun harmoni. Dalam suasana harmonis, kerukunan, dan persatuan banyak masalah dapat terselesaikan.rajamedia

Komentar:
BERITA LAINNYA
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Akhlak yang Anggun
Rabu, 04 Maret 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti
Puasa Communal Piety
Selasa, 03 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Puasa dan Moral Kedermawanan
Selasa, 03 Maret 2026
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak - ist
Puasa untuk Pemimpin Kaum Tertindas
Minggu, 01 Maret 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti
Makan Sahur
Minggu, 01 Maret 2026
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti
Buka Bersama
Sabtu, 28 Februari 2026