Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

UPDATE: Kebakaran Sembilan Gudang Belum Padam, Dua Petugas Damkar Terdampak Asap

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi pemadam kebakaran sedang berjibaku memadamkan kebakaran sembilan gudang di Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten - Ilustrasi RMN -
Ilustrasi pemadam kebakaran sedang berjibaku memadamkan kebakaran sembilan gudang di Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten - Ilustrasi RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang — Kebakaran yang melanda sembilan gudang di Jalan Industri Raya VIII, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, masih dalam penanganan petugas hingga Rabu (21/10/2026) pagi.
 

Berdasarkan laporan terbaru, proses pemadaman telah berlangsung hampir 17 jam sejak kebakaran dilaporkan pada Selasa (20/10/2026) pukul 13.55 WIB. Petugas gabungan masih berupaya melokalisasi kobaran api dan mencegah penyebarannya ke area sekitar.
 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, sebelumnya menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Selasa siang. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan melahap sejumlah bangunan gudang.
 

"Kami menerima laporan pukul 13.55 WIB bahwa ada kebakaran di Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, khususnya kawasan pergudangan. Saat tim sampai di lokasi, api sudah membesar dan melahap beberapa gudang," kata Andia.
 

Dua Petugas Damkar Terdampak Asap
 

Dalam proses pemadaman, dua personel pemadam kebakaran dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat.
 

Satu petugas mendapatkan bantuan oksigen di lokasi kejadian, sedangkan petugas lainnya sempat dibawa ke instalasi gawat darurat RSUD Kota Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan laporan terbaru, petugas yang dirawat tersebut telah diperbolehkan pulang.
 

Insiden ini menjadi salah satu tantangan bagi petugas yang masih berjibaku mengendalikan api di kawasan pergudangan tersebut.
 

BPBD Catat Sembilan Gudang Terdampak
 

Andia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat tujuh gudang yang terbakar di area utama dan dua gudang lain di area terpisah. Dengan demikian, total sembilan gudang terdampak dalam peristiwa tersebut.
 

"Berdasarkan hasil inventarisir kami, ada tujuh gudang yang terbakar di area utama dan dua gudang di area terpisah, sehingga total ada sembilan gudang yang terdampak. Informasi dari ketua RW setempat dan pemilik, awal mula api memang dari Gudang Momoyo, lalu merambat ke pergudangan Shopee dan garmen/sepatu," jelasnya.
 

Gudang yang terdampak antara lain gudang produk Momoyo yang menyimpan bahan baku minuman dan kardus, gudang penyimpanan paket Shopee, serta gudang dan tempat produksi sepatu milik PT Sepatu Anak Bangsa.
 

Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di gudang Momoyo. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
 

Kerahkan 60 Personel dan 16 Unit Mobil Pemadam
 

Untuk menangani kebakaran, BPBD Kota Tangerang mengerahkan 60 personel dan 16 unit mobil pemadam kebakaran. Penanganan juga mendapat dukungan dari Damkar Kabupaten Tangerang dan unsur TNI.
 

Andia mengatakan, petugas turut berupaya menjaga ketersediaan air agar proses pemadaman dapat berlangsung secara berkelanjutan.
 

"Personel yang diterjunkan ada 60 orang dengan 16 unit mobil pemadam kebakaran, dibantu unit dari Damkar Kabupaten Tangerang dan TNI. Kami sudah menemukan titik sumber air dan diupayakan statik agar pasokan air tidak terputus, mengingat kondisi fenomena El Nino saat ini membuat sumber air lumayan sulit didapatkan," tutur Andia.
 

Menurutnya, material yang tersimpan di dalam gudang turut mempercepat penyebaran api. Barang-barang seperti kardus dan bahan produksi yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar.
 

"Kebakaran lebih cepat merambat bukan hanya karena struktur bangunan, melainkan karena isi gudang yang didominasi bahan-bahan mudah terbakar. Begitu ada percikan atau pemantik dari korsleting listrik, api langsung menyambar," tegasnya.
 

Kencangnya angin dan kendala pasokan air juga menjadi tantangan dalam proses penanganan kebakaran. Petugas terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat lebih jauh ke bangunan di sekitarnya.
 

Penyebab dan Kerugian Masih Menunggu Kepastian
 

Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan gudang beserta barang-barang yang tersimpan di dalamnya. Material berupa kardus, bahan baku minuman, stok barang, serta perlengkapan dan mesin produksi sepatu dilaporkan berada di kawasan terdampak.
 

Meski demikian, nilai kerugian material belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
 

Dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran juga belum menjadi kesimpulan akhir. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian.
 

Hingga Rabu pagi, proses pemadaman masih berlangsung berdasarkan laporan yang tersedia. Perkembangan mengenai status akhir kebakaran, kondisi seluruh petugas, serta taksiran kerugian masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi terbaru.
 

RAJA MEDIA – Gancang, Bener, Percaya Kajen.rajamedia

Komentar: