Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

TPA Jatiwaringin Mau Disulap Jadi Pembangkit Listrik dari Sampah, Progres 95%!

Laporan: Iyan Sopian
Selasa, 06 Januari 2026 | 20:29 WIB
Buati Tangerang Maesyal Rasyid saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Senin (5/1/26). - Prokopim Tangerang -
Buati Tangerang Maesyal Rasyid saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Senin (5/1/26). - Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM - Tangerang - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memastikan proyek strategis pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin segera terealisasi. Ia meninjau langsung kesiapan lahan proyek yang berlokasi di Kecamatan Mauk, Senin (5/1/26).
 

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja untuk mengecek progres pematangan dan pemadatan lahan sebagai tahap kritis sebelum pembangunan fasilitas.
 

Progres Capai 95%, Tinggal Sentuhan Akhir
 

Bupati Maesyal Rasyid mengaku puas dengan perkembangan pekerjaan. "Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen," ujarnya. Pekerjaan yang tersisa adalah pematangan dan pemadatan akhir lahan.
 

Ia mengakui ada kendala teknis akibat cuaca musim hujan, namun memuji langkah antisipasi DLH. 
 

"Sudah ada upaya yang sangat baik, termasuk penutupan gunungan sampah dengan geomembran. Ini langkah positif," tambahnya.
 

Siap Laporkan ke Kementerian LHK
 

Setelah proses pemadatan lahan rampung, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melaporkan kesiapan ini kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Laporan itu menjadi lampu hijau untuk memulai pembangunan fisik fasilitas PSEL.
 

Pasokan Sampah Melimpah, Bahkan Akan Kolaborasi
 

Kelebihan utama proyek ini adalah ketersediaan bahan baku. Bupati menegaskan volume sampah di Kabupaten Tangerang lebih dari cukup. 
 

"Minimal kebutuhan PSEL itu 1.000 ton perhari. Di sini kita sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton perhari," paparnya.
 

Bahkan, untuk mengoptimalkan operasi, akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dalam penyediaan sampah. Kolaborasi ini menjamin pasokan bahan baku yang berkelanjutan untuk PLTSa.
 

Harapan: Solusi Jangka Panjang dan Listrik Ramah Lingkungan
 

Bupati berharap kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin menjadi solusi permanen bagi masalah sampah sekaligus sumber energi baru terbarukan. 
 

"Harapan kami, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan optimal dan memberi manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan," pungkasnya.
 

Proyek PSEL TPA Jatiwaringin merupakan bagian dari strategi penanganan sampah berbasis ekonomi sirkular, yang mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis.rajamedia

Komentar: