Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tangsel Nol Kematian DBD: Gerakan Jumantik Jadi Senjata Utama

Laporan: Firman
Jumat, 26 Juni 2026 | 18:28 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie - Foto: Dok Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie - Foto: Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM — Tangsel — Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menorehkan capaian membanggakan di sektor kesehatan. Sejak 2024 hingga pertengahan 2026, Tangsel berhasil mempertahankan nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Keberhasilan itu disebut tak lepas dari peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
 

Hal itu disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat menghadiri peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Kamis (25/6/2026).
 

Kolaborasi Pemerintah dan Warga Berbuah Hasil
 

Benyamin menegaskan, capaian nol kematian akibat DBD merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Jumantik, hingga masyarakat yang konsisten melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.
 

"Sejak tahun 2024, 2025, hingga hari ini tingkat kematian akibat DBD di Tangsel sudah nol. Ini merupakan hasil berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat," ujarnya.
 

Menurut Benyamin, pengendalian DBD bukan pekerjaan instan, melainkan proses panjang yang dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.
 

Gerakan Jumantik Jadi Budaya
 

Benyamin menjelaskan, gerakan pemberantasan jentik nyamuk di Tangsel telah berkembang sejak 2016 melalui inisiatif masyarakat di wilayah Pamulang.
 

Kini, Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik terus diperkuat agar menjadi budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
 

Warga diajak rutin memeriksa bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, hingga sudut-sudut rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
 

"Kami berharap Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga kesadaran untuk memeriksa jentik nyamuk tumbuh dari setiap rumah," kata Benyamin.
 

Kasus Masih Ada, Kematian Harus Nol
 

Benyamin mengakui kasus DBD masih mungkin terjadi. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah memastikan tidak ada lagi korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
 

"Kalau angka kasus memang tidak mungkin nol, tetapi yang bisa kita capai adalah nol kematian akibat DBD. Dan itu terbukti bisa kita lakukan," tegasnya.
 

RW Bebas Jentik Terus Diperluas
 

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, Pemkot Tangsel juga menjalankan program RW Bebas Jentik.
 

Wilayah yang berhasil mempertahankan lingkungannya bebas jentik akan mendapatkan sertifikasi setelah melalui inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan.
 

Program tersebut diharapkan memacu persaingan positif antarkawasan agar semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran DBD.
 

Benyamin optimistis kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan terus memperkuat upaya pengendalian DBD, sehingga capaian nol kematian dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
 

RAJA MEDIA | Kesehatanrajamedia

Komentar: