Prabowo Beberkan Langkah Konkret: dari Pencabutan Tunjangan DPR hingga Ancaman Makar!

RMBANTEN.COM - Jakarta, Polkam - Usai berdiskusi dengan pimpinan lembaga negara dan ketua umum partai politik, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap resmi pemerintah mengenai gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Prabowo menegaskan penghormatan terhadap aspirasi rakyat namun juga memperingatkan tindakan tegas terhadap anarkisme.
Pidato yang disampaikan di hadapan para pimpinan partai koalisi dan oposisi ini menyoroti langkah-langkah konkret yang telah diambil, termasuk pencabutan tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
Proses Hukum untuk Aparat yang Melanggar
Presiden mengawali pernyataannya dengan menyampaikan bahwa pemerintah menghormati kebebasan menyampaikan pendapat. Terkait dengan aparat yang melakukan kesalahan dalam penanganan demonstrasi, Prabowo memastikan bahwa proses pemeriksaan telah dilakukan.
"Terhadap petugas yang kemarin melakukan kesalahan ataupun pelanggaran, saat ini Kepolisian RI telah melakukan proses pemeriksaan. Ini telah saya minta dilakukan dengan cepat, dengan transparan, dan dapat diikuti secara terbuka oleh publik," tegas Prabowo.
Langkah Tegas Partai Politik terhadap Anggota DPR
Presiden mengungkapkan bahwa partai-partai politik telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR mereka yang dinilai menyampaikan pernyataan keliru. Langkah ini termasuk pencabutan keanggotaan dari DPR RI terhitung 1 September 2025.
"Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri," jelas Prabowo.
Perintah Tindak Tegas untuk Aparat
Meski menghormati aspirasi masyarakat, Presiden dengan tegas memerintahkan aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan anarkis dan penjarahan.
"Kepada pihak Kepolisian dan TNI, saya perintahkan untuk ambil tindakan yang setegas-tegasnya, terhadap perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah individu, dan sentra-sentra ekonomi, sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Prabowo juga menyoroti adanya gejala tindakan yang mengarah pada makar dan terorisme dalam aksi-aksi tersebut.
Komitmen Dialog dan Penerimaan Aspirasi
Di sisi lain, Presiden berkomitmen untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai. Ia meminta pimpinan DPR untuk mengundang tokoh masyarakat dan mahasiswa untuk berdialog.
"Saya minta pimpinan DPR untuk langsung mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh mahasiswa, agar bisa langsung berdialog dan diterima dengan baik," ujarnya.
Prabowo juga meminta seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk menerima masukan dan koreksi secara langsung dari masyarakat.
Peringatan terhadap Adu Domba dan Intervensi Asing
Presiden mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap campur tangan kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Indonesia sejahtera. Ia menyerukan persatuan nasional dan semangat gotong royong.
"Kita waspada terhadap campur tangan kelompok-kelompok yang tidak ingin Indonesia sejahtera, Indonesia bangkit. Kita perbaiki kekurangan yang ada di Pemerintahan dan di negara kita," pesannya.
Pidato ini menutup dengan seruan untuk menjaga persatuan nasional dan menyampaikan aspirasi secara damai tanpa kekerasan, mengingat Indonesia sedang berada di ambang kebangkitan.
Gaya Hirup 6 hari yang lalu

Warta Banten | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 2 hari yang lalu
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Hukum | 23 jam yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu