Copot Menteri Bermasalah! LIRA: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditembak!

RMBANTEN.COM -
Jakarta, Polkam - Presiden DPP Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Andi Syafrani, mengeluarkan pernyataan sikap dan arahan resmi untuk seluruh pengurus dan relawan LIRA se-Indonesia.
Ia menegaskan larangan keras bagi jajarannya untuk terlibat dalam tindakan anarkis maupun penjarahan di mana pun.
LIRA Jadi Jembatan Aspirasi
Andi menekankan, LIRA harus tetap bersama rakyat dan menyuarakan aspirasi mereka.
“LIRA adalah instrumen penting menciptakan keseimbangan dan kepedulian, serta menjadi jembatan rakyat ke pemerintahan,” tegasnya.
Awasi Pemerintahan, Lawan Korupsi
Presiden LIRA juga mendorong seluruh jajaran untuk bergerak di setiap wilayah mengawasi pemerintahan dan melaporkan perilaku korupsi pejabat.
Langkah ini, kata dia, bagian dari menjaga Indonesia bebas dari korupsi.
Teguran untuk Presiden RI
Andi Syafrani meminta Presiden Republik Indonesia melindungi rakyat, terutama mahasiswa, dalam menyampaikan aspirasi.
“Bukan malah memerintahkan aparat untuk menembak rakyat,” ujarnya.
Ia juga menuntut pencopotan dan penghukuman bagi aparat keamanan yang bertindak brutal dan melanggar hukum.
Atasi Akar Masalah Ekonomi
Lebih lanjut, Andi mendukung Presiden mengambil kebijakan tegas untuk menyelesaikan akar masalah dari kemarahan publik, yakni ketimpangan dan kesulitan ekonomi.
“Presiden harus berani mengganti menteri atau pembantunya yang tidak mendukung perubahan dan perbaikan ekonomi,” tandasnya.
Dorongan Aspirasi Damai
Dalam penutup pernyataannya, Andi mengajak semua pihak meredakan amarah dan menyalurkan aspirasi dengan damai dan tertib.
Ia menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan penyampaian aspirasi secara baik agar tercipta kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.
Gaya Hirup 6 hari yang lalu

Warta Banten | 6 hari yang lalu
Kaamanan | 2 hari yang lalu
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu