Pilar: Tak Boleh Ada Anak Tertinggal! Semua Sekolah di Tangsel Harus Inklusif
RMBANTEN.COM - Ciputat, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat komitmennya mewujudkan kota yang ramah bagi semua kalangan. Salah satu langkah besar yang kini digenjot adalah penerapan pendidikan inklusif di seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan, tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).
Karena itu, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang inklusif, setara, dan ramah terhadap kebutuhan setiap peserta didik.
“Pendidikan harus dapat diakses oleh semua anak di Tangerang Selatan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ini bagian dari visi Tangsel sebagai kota yang inklusif,” ujar Pilar saat menghadiri Sosialisasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), Selasa (23/6/2026).
Inklusif Bukan Berarti Semua Diperlakukan Sama
Menurut Pilar, konsep pendidikan inklusif sering kali disalahartikan sebagai perlakuan yang sama terhadap seluruh siswa.
Padahal, kata dia, pendidikan inklusif justru memberikan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing anak agar memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.
“Inklusif itu bicara tentang kesetaraan kesempatan. Pendekatannya bisa berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni memastikan semua anak memiliki masa depan yang cerah,” ujar Pilar, megutip laman resmi Pemkot Tangsel.
Dengan pendekatan tersebut, siswa berkebutuhan khusus dapat belajar bersama teman-temannya dalam lingkungan yang mendukung dan menghargai perbedaan.
Sekolah Ditargetkan Punya Guru Pendamping
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Tangsel terus memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui program sertifikasi dan pelatihan guru pendamping.
Pilar mengungkapkan, pemerintah daerah menargetkan minimal setiap sekolah memiliki satu guru pendamping yang memiliki kompetensi mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus.
Bahkan, Pemkot Tangsel sedang mengkaji pemberian insentif khusus bagi para guru pendamping sebagai bentuk penghargaan atas tanggung jawab tambahan yang mereka emban.
“Minimal satu sekolah memiliki satu guru pendamping. Sertifikasi akan terus kita tingkatkan, dan ke depan sedang dirumuskan kemungkinan pemberian insentif,” ujarnya.
Sekolah Ramah ABK Jadi Prioritas
Selain peningkatan kualitas SDM, Pemkot Tangsel juga berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
Pilar meminta Dinas Pendidikan segera menerbitkan surat edaran yang menjadi pedoman pelaksanaan pendidikan inklusif di seluruh sekolah.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas pendidikan yang aksesibel dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
“Gedung sekolah harus semakin ramah bagi anak berkebutuhan khusus agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
ABK Dapat Antar Jemput Gratis
Komitmen Pemkot Tangsel terhadap pendidikan inklusif juga diwujudkan melalui layanan transportasi sekolah gratis bagi anak berkebutuhan khusus.
Saat ini, terdapat tiga armada khusus yang setiap hari melayani antar jemput siswa ABK dari rumah menuju sekolah dan sebaliknya.
Menurut Pilar, layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan terbukti membantu para orang tua.
“Alhamdulillah, tiga kendaraan yang tersedia selalu terisi penuh. Ini menunjukkan kebutuhan layanan tersebut memang sangat besar,” ujarnya.
PP TUNAS Jadi Benteng Anak di Era Digital
Dalam kesempatan yang sama, Pilar juga menyoroti pentingnya implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan media sosial membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak.
Karena itu, diperlukan panduan yang jelas bagi orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Kita sedang menghadapi tantangan besar di era digital. PP TUNAS menjadi panduan penting agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman,” tegas Pilar.
Sosialisasi Sampai Tingkat RW
Pemkot Tangsel berencana memperluas sosialisasi PP TUNAS tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga hingga ke organisasi masyarakat dan lingkungan permukiman.
Pilar berharap semakin banyak orang tua dan masyarakat memahami pentingnya perlindungan anak di ruang digital.
“Mudah-mudahan sosialisasi PP TUNAS ini nantinya bisa menjangkau sampai tingkat RW sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perlindungan anak di era digital,” pungkasnya.![]()
Patandang | 6 hari yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Pulitik Jero | 3 hari yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Kaamanan | 2 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu