Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tanpa APBN! Program MBG Berbasis CSR di Tangerang Siap Jadi Benchmark Nasional

Laporan: Firman
Kamis, 16 Juli 2026 | 17:26 WIB
Peninjauan MBG berbis CSR tapa APBN di Kabupaten Tangerang - Foto: Prokopim Tangerang -
Peninjauan MBG berbis CSR tapa APBN di Kabupaten Tangerang - Foto: Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM — Kabupaten Tangerang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Tangerang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Program yang dibiayai sepenuhnya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta itu bahkan digadang-gadang menjadi model kolaborasi nasional.
 

Hal itu terlihat saat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, Kepala PPATK Dr. Ivan Yustiavandana, dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pelaksanaan MBG di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Balaraja, Kamis (16/7/2026).
 

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Grab, OVO, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, serta berbagai perusahaan yang menyalurkan dana CSR.
 

Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Perhatian
 

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus.
 

Ia mengungkapkan, SKhN 1 Kabupaten Tangerang berdiri di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Pemerintah Provinsi Banten dan kini telah menampung sekitar 290 siswa.
 

Menurutnya, Program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang sekaligus meningkatkan kualitas belajar para siswa.
 

"Mereka mungkin berbeda secara fisik ataupun cara belajar, tetapi mereka adalah bagian dari kehidupan kita. Mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pelayanan, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik," tegas Maesyal melansir laman resmi Pemkab Tangerang.
 

PPATK: MBG Ini Tanpa APBN
 

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 24 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Gernas APU PPT) yang mengusung tema "Indonesia Anti Pencucian Uang 24 Karat."
 

Menurut Ivan, yang membuat program ini istimewa adalah seluruh pendanaannya berasal dari CSR perusahaan swasta, tanpa menggunakan dana APBN.
 

"Program makan bergizi gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional dalam mendukung Program MBG," ujarnya.
 

Kolaborasi untuk Indonesia yang Lebih Inklusif
 

Ivan menilai, mendukung anak-anak berkebutuhan khusus bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata membangun Indonesia yang lebih inklusif.
 

Menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka memperoleh kesempatan yang sama.
 

"Kita harus memuliakan saudara-saudara kita yang luar biasa. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang harus terus kita dukung. PPATK siap terus bersinergi memperluas gerakan kepedulian ini," katanya.
 

Investasi Masa Depan Anak Bangsa
 

Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani, mengatakan Program MBG berbasis CSR merupakan wujud kepedulian sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.
 

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang harus didukung tanpa memandang kondisi fisik maupun cara belajar.
 

"Program MBG berbasis CSR ini menjadi bentuk kasih sayang sekaligus investasi masa depan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
 

Ia erharap semakin banyak perusahaan dan lembaga yang terlibat sehingga ekosistem pendidikan yang inklusif semakin kuat dan tidak ada lagi stigma terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
 

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Program MBG di Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui semangat gotong royong untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan setara.rajamedia

Komentar: