Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

139 Ribu Warga Kalbar Belum Bekerja, Kementerian UMKM Genjot Wirausaha Baru

Laporan: Firman
Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:31 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman - RMN -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman - RMN -

RMBANTEN.COM — Pontianak — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas peluang kewirausahaan di Kalimantan Barat melalui program Bursa Wirausaha Unggulan (BWU). Program yang digelar di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin (26/10/2026), ini menghubungkan 1.000 mahasiswa dengan UMKM binaan perguruan tinggi, lembaga inkubator, dan berbagai layanan pengembangan usaha.
 

Selain mendorong lahirnya wirausaha baru, program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha daerah sekaligus mendukung pemulihan ekonomi pelaku UMKM yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan BWU dirancang untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif, sekaligus membuka peluang kerja berkualitas bagi masyarakat.
 

"Program ini juga bagian dari upaya kami mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang pertumbuhan wirausaha baru dan juga mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja berkualitas," ujar Maman.
 

1.000 Mahasiswa Didorong Jadi Wirausaha
 

Maman menilai pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, terutama di tengah besarnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal dan masih adanya masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan.
 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam keterangan tersebut menunjukkan, per Juli 2026 sebanyak 57,8 persen atau 85,3 juta penduduk bekerja di sektor informal. Sementara itu, 7,24 juta penduduk masih menganggur.
 

Di Kalimantan Barat, sekitar 139 ribu penduduk belum memperoleh pekerjaan. Pada saat yang sama, 77 perguruan tinggi di provinsi tersebut menghasilkan sekitar 32 ribu lulusan baru setiap tahun.
 

Kondisi ini, menurut Maman, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyiapan pencari kerja, tetapi juga mendorong lahirnya pencipta lapangan kerja.
 

Karena itu, ia mengajak pimpinan perguruan tinggi membekali mahasiswa dengan keberanian membangun usaha, mengembangkan inovasi, dan memanfaatkan peluang ekonomi di daerah masing-masing.
 

"Kami juga mendorong mahasiswa dan talenta muda mengambil peluang usaha dan menciptakan inovasi sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
 

Inkubasi Bisnis dan Akses Pasar Diperkuat
 

Kementerian UMKM juga menyoroti pentingnya inkubasi bisnis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan, dan perluasan jejaring secara berkelanjutan.
 

Penguatan ekosistem tersebut diikuti dengan upaya memperluas akses pasar. Dalam kegiatan BWU, dilakukan penandatanganan kerja sama merek makanan Di'Mr.Kriuk dengan jaringan ritel Alfamart. Selain itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat menjalin kerja sama dengan LLP-KUKM.
 

Di bidang digitalisasi, Kementerian UMKM menyepakati komitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat untuk mendorong pelaku UMKM bergabung ke platform SAPA UMKM.
 

Platform tersebut diharapkan mempermudah pelaku usaha mengakses layanan pengembangan bisnis yang terintegrasi dengan 18 kementerian dan lembaga.
 

Sementara itu, sejumlah pengusaha muda produktif di Kalimantan Barat memperoleh dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui BRI, Bank Kalbar, Bank Mandiri, BNI, BTN, BSI, dan Pegadaian.
 

Kementerian UMKM turut menandatangani nota kesepahaman dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura serta TVRI untuk memperluas akses pengembangan UMKM.
 

Bantu UMKM Pulih dari Dampak Karhutla
 

Selain mendorong kewirausahaan, Kementerian UMKM memberi perhatian terhadap dampak karhutla yang melanda wilayah Kalimantan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
 

Maman menyampaikan keprihatinannya atas bencana tersebut dan berharap kondisi segera membaik agar kehidupan masyarakat kembali normal.
 

"Kita semua berharap dan berdoa semoga bencana kabut asap ini segera berakhir sehingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal," ujarnya.
 

Untuk mendukung pemulihan ekonomi pelaku usaha terdampak, Kementerian UMKM bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program CSR Kredit Ultra Mikro (KUM) Peduli. Program ini ditujukan untuk memfasilitasi pembiayaan usaha dengan bunga rendah bagi pelaku UMKM.
 

Upaya tersebut dilengkapi Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Pontianak yang diselenggarakan bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program ini diarahkan untuk memperluas akses pengembangan usaha bagi perempuan yang bergerak di sektor ultramikro.
 

Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan UMKM
 

Maman optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dunia usaha, dan media dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kalimantan Barat.
 

Melalui kerja sama tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga berkembang, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.
 

"Saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung para wirausaha untuk tumbuh," pungkas Maman.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: