Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kementerian UMKM Dorong Perempuan Pengusaha Mikro Naik Kelas Lewat Program LAKSMI 2026

Laporan: Firman
Kamis, 24 September 2026 | 20:09 WIB
Peluncuran LAKSMI 2026 bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya” digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).- Foto: Humas KUMKM -
Peluncuran LAKSMI 2026 bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya” digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).- Foto: Humas KUMKM -

RMBANTEN.COM – Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026.
 

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong pengusaha mikro perempuan dan kelompok rentan agar secara bertahap mampu mandiri secara ekonomi.
 

Peluncuran LAKSMI 2026 bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya” digelar di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).
 

Dorong Masyarakat Keluar dari Kelompok Rentan
 

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah ingin masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil 1–4 memperoleh kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha produktif.
 

Menurutnya, pemberdayaan kewirausahaan menjadi salah satu jalan agar masyarakat dapat memperoleh penghasilan secara mandiri dan secara bertahap keluar dari kelompok rentan.

“Kita tidak ingin memelihara atau membuat saudara-saudara kita selalu berada pada posisi tangannya di bawah. Karena itu, mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Maman.
 

Penguatan ekosistem kewirausahaan juga menjadi perhatian Kementerian UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskinan. 
 

14 Ribu Penerima Disiapkan Masuk Ekosistem Usaha
 

Maman menjelaskan, program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Kementerian UMKM dengan Kementerian Sosial (Kemensos).
 

Saat ini terdapat sekitar 14 ribu penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang dinilai siap dihubungkan dengan program kewirausahaan Kementerian UMKM. Jumlah tersebut berpotensi diperluas hingga sekitar 150 ribu penerima.

Para penerima akan mengikuti proses pembinaan secara bertahap, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha.
 

Setelah memiliki kapasitas dan kesiapan usaha, mereka dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan serta kemitraan bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga lainnya.
 

“Kita bina dulu, diberdayakan, diberikan pelatihan dan pendampingan. Setelah itu bisa dikolaborasikan dengan PNM dan lembaga-lembaga kemitraan lainnya. Tujuannya agar mereka berdaya, tumbuh, naik level, dan mandiri,” katanya.
 

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Graduasi Ekonomi
 

Maman menekankan intervensi pemerintah tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan. Program pemberdayaan harus menghasilkan perubahan ekonomi yang dapat diukur dan berlangsung secara berkelanjutan.
 

Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapan usaha menjadi tahapan penting sebelum pengusaha mikro memperoleh dukungan permodalan.
 

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan penguatan ekosistem UMKM yang kini diarahkan pada pembinaan terstruktur, pemanfaatan teknologi dan inovasi, akses pembiayaan, serta perluasan pasar. 
 

Perempuan Jadi Fokus Utama LAKSMI
 

Penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu fokus LAKSMI 2026.
 

Maman menyebut sekitar 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Besarnya keterlibatan perempuan menunjukkan peran mereka dalam menopang pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat.


“Kalau kita lihat dari statistik, UMKM di Indonesia memang lebih banyak didominasi perempuan. Salah satunya karena usaha yang dijalankan ibu-ibu menjadi penopang tambahan pendapatan keluarga. Karena itu, LAKSMI memang banyak ditujukan untuk ibu-ibu dan perempuan,” ujarnya.
 

Melalui program tersebut, perempuan pengusaha mikro diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat pendapatan keluarga.
 

Dari Legalitas hingga Akses Pasar
 

LAKSMI dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan usaha mikro dari hulu hingga hilir.
 

Program mencakup peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan legalitas dan sertifikasi usaha, digitalisasi, akses pembiayaan dan pasar, temu mitra, hingga perluasan jejaring bisnis.

Akses pasar menjadi salah satu persoalan penting dalam pengembangan UMKM. Menteri Maman sebelumnya menyoroti bahwa produk UMKM tidak selalu terserap pasar meskipun aspek sertifikasi, perizinan, dan pembiayaan terus diperkuat. 
 

Dengan demikian, LAKSMI tidak hanya diarahkan untuk mencetak pelaku usaha baru, tetapi juga memastikan usaha yang sudah berjalan memiliki jalur untuk berkembang.
 

Kolaborasi dengan PNM Diperkuat
 

Dalam pelaksanaannya, Kementerian UMKM juga menggandeng PNM yang memiliki pengalaman dalam pemberdayaan perempuan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
 

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kesinambungan pendampingan sekaligus membuka akses pembiayaan bagi peserta yang telah memiliki kesiapan usaha.
 

Pola tersebut menempatkan pembiayaan sebagai bagian dari tahapan pemberdayaan, bukan sebagai intervensi yang berdiri sendiri.
 

Kualitas Produk Jadi Ukuran Keberhasilan
 

Maman menegaskan keberhasilan pemberdayaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti program.
 

Kualitas produk dan perkembangan usaha juga harus menjadi ukuran penting.


“Kita tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas atau jumlah yang masuk, tetapi juga kualitas produk yang dihasilkan. Produk usaha mikro kita harus semakin berkualitas, baik makanan, pakaian, maupun produk lainnya, sehingga benar-benar mampu berkembang dan bersaing,” katanya.
 

Penguatan kualitas menjadi penting agar pelaku usaha mikro dapat memenuhi kebutuhan pasar sekaligus membangun usaha yang lebih berkelanjutan.
 

1.700 Perempuan Ikuti Peluncuran LAKSMI
 

Program LAKSMI 2026 diikuti sekitar 1.700 perempuan pengusaha mikro secara luring dan daring.
 

Peluncuran tersebut menjadi titik awal proses pendampingan berkelanjutan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
 

Kementerian UMKM juga menggandeng sejumlah pihak dalam pelaksanaan program, antara lain Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PNM, BAZNAS, Mercy Corps, GoTo, dan DBS Foundation.
 

Bangun Rantai Pemberdayaan
 

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui LAKSMI menjadi bagian dari upaya membangun keterhubungan ekosistem pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat.
 

Menurut Mira, Kemensos memperkuat keberdayaan keluarga melalui program pemberdayaan sosial ekonomi, sementara Kementerian UMKM melanjutkannya dengan penguatan kapasitas kewirausahaan dan pengembangan usaha.

“Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan,” ujar Mira.
 

Kemensos telah mendorong data sekitar 14 ribu keluarga penerima manfaat untuk dihubungkan dengan program pemberdayaan kewirausahaan Kementerian UMKM. Cakupan tersebut diharapkan terus diperluas.
 

Target Akhir: Mandiri dan Sejahtera
 

Maman menegaskan tujuan akhir LAKSMI bukan semata meningkatkan omzet usaha.
 

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja, mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial, serta mendorong masyarakat rentan menuju kemandirian ekonomi.


“Target akhirnya bukan hanya meningkatkan omzet usaha, tetapi meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial, dan secara bertahap keluar dari kelompok masyarakat rentan menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera,” kata Maman.

Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, komunitas, dan mitra pembangunan, LAKSMI diharapkan menjadi jalur pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga usaha tumbuh, pendapatan meningkat, dan keluarga mencapai graduasi ekonomi.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: