Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kementerian UMKM-Barantin Perkuat Ekspor, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

Laporan: Firman
Senin, 28 September 2026 | 19:36 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding - Foto: Humas KUMKM/RMN -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding - Foto: Humas KUMKM/RMN -

RMBANTEN.COM – Palu – Produk UMKM Indonesia didorong semakin agresif menembus pasar global. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat pendampingan agar produk lokal tak hanya berkualitas, tetapi juga mampu memenuhi standar karantina negara tujuan ekspor.
 

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam kegiatan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/9/2026).

Kerja sama difokuskan pada fasilitasi pemenuhan persyaratan karantina bagi produk UMKM sektor hewan, ikan, dan tanaman, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.
 

UMKM Didorong Naik Kelas ke Pasar Dunia
 

Maman mengatakan produk UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk diterima pasar internasional. Karena itu, pemerintah perlu membangun ekosistem yang membantu pelaku usaha memenuhi standar dan persyaratan ekspor.

“Hari ini, Kementerian UMKM bersama Kementerian Hukum serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan UMKM Tanah Air,” ujar Maman.
 

Menurutnya, peluang tersebut antara lain terlihat dari petani Sulawesi Tengah yang difasilitasi PT Duco Food Indonesia hingga mampu mengekspor 918 ton durian.
 

Sementara PT Sentra Pangan Sejahtera yang menggandeng petani lokal disebut berhasil memperoleh keuntungan hingga Rp227 miliar dari ekspor durian.
 

Transaksi UMKM di China Capai Puluhan Miliar
 

Potensi ekspor produk lokal juga terlihat dari keikutsertaan 75 pelaku usaha yang difasilitasi Kementerian UMKM dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, China.
 

Dalam pameran tersebut, UMKM dengan komoditas seperti kopi, cocopeat, teripang, kerupuk, dan rendang mencatat sejumlah transaksi.
 

Nilainya mencapai Rp54,6 miliar dalam kontrak dagang, transaksi B2C sebesar Rp325,5 juta, serta potensi transaksi B2B hingga Rp76,9 miliar.
 

Maman menilai capaian tersebut menunjukkan adanya permintaan terhadap produk Indonesia di pasar global.
 

Standar Ekspor Jadi Syarat Utama
 

Menurut Maman, peluang pasar harus diikuti kesiapan produk. UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan.
 

“UMKM kita harus memiliki produk berkualitas dan memenuhi standar, serta mencukupi persyaratan karantina negara tujuan ekspor agar siap masuk pasar global dan menjangkau pembeli dari luar negeri,” katanya.
 

Karena itu, pemerintah mendorong pendampingan mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha hingga pemenuhan ketentuan teknis ekspor.
 

Barantin Siapkan Dukungan Teknis
 

Dalam skema kerja sama tersebut, Barantin berperan menyediakan informasi mengenai persyaratan karantina di negara tujuan sekaligus memberikan asistensi teknis kepada pelaku usaha.
 

Sementara Kementerian UMKM memfasilitasi pelaku usaha agar lebih siap memenuhi berbagai persyaratan tersebut.
 

Sinergi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pertukaran data dan informasi untuk memperkuat daya saing produk.
 

Klinik Ekspor Akan Dibentuk
 

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan kesiapan lembaganya mendukung UMKM menghasilkan produk berkualitas sekaligus memenuhi standar internasional.
 

“Insyaallah kita akan membentuk klinik ekspor sebagai pusat konsultasi supaya UMKM mengetahui cara ekspor dan standar produk berskala internasional sehingga UMKM sukses memasarkan produk ke luar negeri,” ujar Karding.
 

Klinik tersebut diharapkan menjadi ruang konsultasi bagi UMKM yang ingin memahami prosedur ekspor sekaligus mempersiapkan standar produknya.
 

Perkuat Pengawasan Produk Impor
 

Di sisi lain, Maman menekankan pentingnya monitoring, evaluasi, dan pengawasan terhadap produk impor yang masuk ke Indonesia.
 

Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk mencegah masuknya produk impor ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat dan melemahkan daya saing UMKM lokal.
 

Ia juga mendorong Barantin menerapkan ketentuan karantina secara konsisten sebagai bagian dari perlindungan pasar domestik sekaligus menciptakan perdagangan yang lebih setara.
 

Data dan Promosi Jadi Bagian Kerja Sama
 

Selain Nota Kesepahaman, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman dan Sekretaris Utama Barantin juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama.
 

Kerja sama tersebut mencakup pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas SDM, penguatan ketertelusuran produk, serta dukungan promosi dan akses pasar internasional bagi UMKM.
 

1.200 Pelaku Usaha Deklarasikan Komitmen
 

Dalam kegiatan tersebut, Maman, Karding, perwakilan Kementerian Hukum, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Forkopimda Sulawesi Tengah, serta sekitar 1.200 pengusaha UMKM dan penggerak ekspor turut menyatakan komitmen mencegah penyelundupan komoditas ilegal melalui Deklarasi Perkarantinaan.

Maman menegaskan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi bagian penting untuk memperluas akses UMKM ke pasar global.
 

“Sinergi, kebersamaan, dan kekompakan kita pada akhirnya bisa memberikan pelayanan maksimal buat masyarakat Indonesia, terutama UMKM,” tegas Maman.
 

Pemerintah juga mendorong pemerintah daerah aktif membantu UMKM lokal melalui sosialisasi dan pemanfaatan berbagai program pemberdayaan yang tersedia.
 

Dengan penguatan standar, pendampingan, akses pasar, dan sistem karantina, produk UMKM Indonesia diharapkan semakin siap bersaing sekaligus memperluas jejaknya di pasar internasional.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: