Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Life Jacket Oranye Ditemukan di Anyer, Polda Banten Pastikan Bukan Milik Arupadhatu 1

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 | 07:02 WIB
Penampakan life jacket (pelampung) berwarna oranye yang ditemukan di Anyer - Foto: Dok. TNI AL -
Penampakan life jacket (pelampung) berwarna oranye yang ditemukan di Anyer - Foto: Dok. TNI AL -

RMBANTEN.COM – Serang –  Polda Banten menyampaikan perkembangan terbaru operasi pencarian rombongan awak kapal dan lima jurnalis yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda, Banten.
 

Informasi mengenai penemuan sebuah life jacket berwarna oranye di perairan sekitar Anyer sempat menimbulkan dugaan bahwa benda tersebut berkaitan dengan rombongan speedboat Arupadhatu 1.
 

Namun, hasil pemeriksaan sementara memastikan life jacket tersebut bukan perlengkapan milik Arupadhatu 1.
 

Life Jacket Diamankan untuk Pemeriksaan
 

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, benda berwarna oranye tersebut memang ditemukan tim di perairan sekitar Anyer dan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 

"Benda tersebut telah diamankan oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ujar Maruli, Jumat (11/9/2026).
 

Setelah dilakukan konfirmasi kepada pemilik kapal, Sandi, diketahui bahwa life jacket tersebut memiliki perbedaan dengan perlengkapan yang digunakan di Arupadhatu 1.
 

Berbeda dari Perlengkapan Arupadhatu 1
 

Sandi memastikan life jacket yang ditemukan bukan bagian dari perlengkapan kapal yang membawa rombongan tersebut.
 

Ia menggunakan perlengkapan yang terdapat di Arupadhatu 2 sebagai pembanding.
 

Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadhatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadhatu 2,” jelasnya.
 

Perbedaan tersebut, kata Sandi, terlihat pada sejumlah bagian, mulai dari resleting, grip, hingga material bahan.
 

“Dapat dipastikan bahwa objek life jacket yang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di speedboat Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak,” tegasnya.
 

Antemortem Delapan Orang Dikumpulkan
 

Di sisi lain, proses identifikasi juga terus dipersiapkan oleh tim Dokkes Polda Banten.
 

Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol I Gusti Gede Dharma Arimbawa mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban sebagai bagian dari proses identifikasi.
 

“Dalam penanganan korban bencana, proses identifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, serta rekonsiliasi,” jelasnya.
 

Hingga saat ini, pihaknya telah memperoleh delapan data antemortem dari keluarga.
 

Data tersebut nantinya akan dibandingkan dengan data postmortem apabila dalam operasi pencarian ditemukan korban.
 

“Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai atau matching, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” terang Dharma Arimbawa.
 

Polda Banten Minta Masyarakat Tidak Terpancing Informasi
 

Polda Banten mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan setiap temuan di lapangan sebagai bagian dari rombongan yang hilang.
 

Maruli mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” ujarnya.
 

Menurutnya, perkembangan operasi pencarian akan terus disampaikan melalui sumber resmi.
 

“Kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Polda Banten maupun tim SAR gabungan,” tutup Maruli.
 

Pencarian Terus Berlanjut
 

Dengan temuan life jacket yang telah dipastikan bukan milik Arupadhatu 1, operasi pencarian terhadap rombongan yang hilang masih terus menjadi prioritas tim gabungan.
 

Setiap temuan di lapangan akan diperiksa dan diverifikasi sebelum dikaitkan dengan korban maupun kapal yang hilang kontak.
 

Di tengah harapan keluarga yang masih menanti kabar, akurasi informasi menjadi sama pentingnya dengan kecepatan pencarian.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: