Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Jejak 5 Jurnalis Hilang: Pelampung Ditemukan, SAR Tembus Zona Bahaya Anak Krakatau

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 10 September 2026 | 19:53 WIB
Fot ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Fot ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RMBANTEN.COM – Serang - Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan hingga Kamis (10/9/2026).
 

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42–15.04 WIB. Hingga Kamis, seluruh rombongan belum ditemukan. 
 

Tim SAR gabungan kini memperluas wilayah operasi dengan mengerahkan berbagai unsur dan sarana pencarian, termasuk kapal serta drone.
 

Pelampung Ditemukan di Perairan Cikoneng-Labuan
 

Salah satu perkembangan dalam pencarian adalah ditemukannya sebuah pelampung oleh unsur TNI Angkatan Laut di wilayah perairan Banten.
 

Namun, keberadaan pelampung tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang. Karena itu, tim masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.
 

Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang diperhatikan dalam operasi SAR, meski belum dapat dijadikan indikasi keberadaan korban.
 

Wilayah Pencarian Terus Diperluas
 

Basarnas memperluas sektor pencarian setelah penyisiran sebelumnya belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan.
 

Pada hari kedua operasi, kekuatan pencarian dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau wilayah yang lebih luas. Basarnas juga menyatakan operasi akan dilanjutkan pada Kamis dengan perluasan area berdasarkan evaluasi arus laut dan kondisi lapangan. 
 

Sebelumnya, lima kapal telah dikerahkan dengan cakupan pencarian sekitar 271 nautical mile. 
 

Drone Termal Dikerahkan
 

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
 

Sebaran abu vulkanik membuat pencarian melalui udara tidak dapat dilakukan secara maksimal. Sebagai alternatif, tim menggunakan drone termal untuk membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan manusia atau objek di wilayah pencarian.
 

Selain abu vulkanik, kondisi gelombang laut dan angin juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan demi keselamatan personel SAR. 
 

Tim SAR Masuk Wilayah Berisiko
 

Penyisiran juga diarahkan ke kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Rakata, Pulau Krakatoa dan Pulau Panjang.
 

Wilayah tersebut berada di sekitar radius 3 kilometer dari kawah, yang merupakan area berbahaya dan berada dalam zona yang tidak diperbolehkan untuk aktivitas masyarakat karena status Gunung Anak Krakatau masih Siaga. 
 

Karena itu, pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan aktivitas vulkanik dan keselamatan seluruh personel.
 

Kontak Terakhir Menjadi Petunjuk Penting
 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi sebelum komunikasi terputus.
 

AJI mencatat komunikasi terakhir terjadi pada Senin (7/9), sementara titik lokasi yang dikirim sebelumnya berada di sekitar perairan Sangiang, Banten. 
 

Jejak komunikasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim untuk menentukan dan memperluas sektor pencarian.
 

Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
 

Total terdapat delapan orang dalam rombongan yang hingga kini masih dicari, terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.
 

Mereka adalah:
 

1. M. Bagus Khoirunnas – jurnalis ANTARA 

2. Ari Basuki – Merdeka 

3. Yudhis/Yudistiro Pranoto – iNews 

4. Daus/Firman Daus – Anadolu Agency 

5. Donal Husni – jurnalis lepas 

6. Warta – kapten kapal 

7. Surakman/Sukarman – ABK 

8. Heriyanto – pemandu/guide. 
 

Basarnas Optimalkan Seluruh Kekuatan
 

Basarnas menegaskan seluruh kekuatan dan armada gabungan terus dioptimalkan untuk menemukan delapan orang tersebut.
 

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso meminta dukungan doa agar operasi berjalan lancar, aman dan seluruh korban dapat ditemukan. 
 

Hingga Kamis (10/9), pencarian masih berlangsung. Keluarga, rekan-rekan pers dan masyarakat terus menunggu kabar baik dari operasi SAR yang dilakukan di tengah kondisi laut dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: