Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Komisi VII DPR RI Dorong UMKM Tangsel Naik Kelas

Laporan: Firman
Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:10 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty - Humas DPR -

RMBANTEN.COM - Tangsel — Komisi VII DPR RI mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian, dan pelaku usaha dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang Selatan.
 

Langkah ini dinilai penting mengingat potensi UMKM di wilayah tersebut sangat besar dengan beragam subsektor yang terus berkembang, mulai dari kriya, fesyen hingga kuliner.
 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2026).
 

Dorong Kolaborasi Daerah dan Kementerian
 

Evita mengatakan, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, kementerian terkait, serta para pelaku usaha agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang optimal.
 

Menurutnya, Komisi VII DPR RI dalam setiap kunjungan kerja selalu melibatkan kementerian mitra agar sinergi dengan pemerintah daerah bisa langsung terbangun.
 

“Sangat luar biasa potensi UMKM di sini. Karena itu kami meminta agar UMKM melakukan kolaborasi. Setiap kunjungan kerja, Komisi VII selalu membawa mitra kerja seperti Kementerian UMKM, pariwisata, dan industri agar bisa langsung berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Evita.
 

Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah daerah dalam menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM.
 

Dengan begitu, DPR bersama kementerian mitra dapat merumuskan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan yang ada di lapangan.
 

“Pemerintah daerah harus terbuka menyampaikan kendala atau masalah yang dihadapi pelaku UMKM. Dari situ kita bisa mencari solusi bersama,” tambahnya.
 

UMKM Kuliner Butuh Pelatihan Sistematis
 

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai penguatan UMKM, khususnya di sektor kuliner, perlu ditopang dengan program pendidikan dan pelatihan yang lebih sistematis.
 

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan hingga pengemasan produk menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus daya saing UMKM.
 

“Misalnya pelatihan pelayanan kepada konsumen, cara pengemasan yang rapi, penggunaan kotak atau packaging yang baik. Hal-hal seperti ini bisa menambah nilai produk,” jelas Saleh.
 

Ia menilai hingga saat ini program pelatihan tersebut belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
 

Naikkan Daya Saing UMKM Daerah
 

Saleh berharap ke depan pemerintah bersama kementerian terkait dapat memperkuat program pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan yang lebih terstruktur.
 

Dengan dukungan tersebut, UMKM di Kota Tangerang Selatan diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
 

“Kalau kapasitas pelaku usahanya meningkat, tentu daya saing UMKM kita juga akan semakin kuat,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: