Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Abu Vulkanik Masih Mengancam! Andra Soni Perpanjang PJJ se-Banten hingga 11 September

Laporan: Firman
Rabu, 09 September 2026 | 12:55 WIB
Gubernur Andra Soni saat pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Andra Soni saat pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Serang — Gubernur Banten Andra Soni memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) di Provinsi Banten hingga Jumat (11/9/2026).
 

Keputusan tersebut diambil karena kualitas udara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai belum cukup aman untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.
 

Abu Vulkanik Jadi Pertimbangan Utama
 

Keputusan perpanjangan PJJ diambil setelah Andra memimpin rapat koordinasi dan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).
 

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran M. Nugraha Kartadinata, Kepala Pelaksana BPBD Banten M. Lutfi, Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti, Kepala DLHK Banten Wawan Gunawan, serta jajaran perangkat daerah lainnya.
 

Andra mengatakan aktivitas erupsi memang menunjukkan penurunan, namun kondisi lingkungan masih membutuhkan kewaspadaan.
 

“Erupsi hari ini memang sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ungkap Andra.
 

Kasus ISPA Melonjak hingga 4.500
 

Salah satu pertimbangan utama pemerintah memperpanjang PJJ adalah dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat.
 

Andra menyebut terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setelah paparan abu vulkanik.
 

Menurut laporan yang diterima pemerintah daerah, kasus ISPA yang dalam kondisi normal berada di kisaran 2.000 kasus, kini meningkat hingga sekitar 4.500 kasus.
 

Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap siswa menjadi prioritas pemerintah.
 

Perpanjangan PJJ dinilai sebagai langkah preventif untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap para siswa, sekaligus menjaga kesehatan generasi penerus Banten.
 

Anak Krakatau Masih Status Siaga
 

Pemerintah Provinsi Banten juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga atau Level III.
 

Andra mengatakan aktivitas gunung masih menghasilkan abu vulkanik yang perlu diwaspadai masyarakat.
 

“Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini, gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tambahnya.
 

Erupsi Strombolian Masih Berlangsung
 

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengonfirmasi aktivitas erupsi masih berlangsung dengan tipe strombolian.
 

Menurutnya, erupsi tersebut berpotensi melontarkan material vulkanik hingga lebih dari dua kilometer.
 

“Selain abu vulkanik, erupsi ini juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya,” tegas Nugraha.
 

SMKN 1 Cinangka Dibersihkan
 

Usai rapat koordinasi, Andra Soni langsung meninjau kondisi SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang.
 

Dalam kunjungan tersebut, petugas terlihat melakukan pembersihan debu vulkanik yang menempel di area sekolah.
 

Pembersihan dilakukan dengan teknik pembasahan untuk mengurangi debu agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan lingkungan sekolah tetap aman sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.
 

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
 

Perpanjangan PJJ hingga Jumat (11/9/2026) menunjukkan pemerintah memilih langkah pencegahan di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.
 

Selama PJJ berlangsung, pemerintah akan terus memantau kualitas udara, arah sebaran abu vulkanik, aktivitas gunung, serta perkembangan kesehatan masyarakat.
 

Keselamatan siswa menjadi prioritas. Sekolah tatap muka menunggu sampai kondisi benar-benar dinilai aman.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: