Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Inovasi Pembelajaran Digital TV Sekolah Jawara

Oleh: Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si.
Sabtu, 29 November 2025 | 07:29 WIB
Dekan FKIP UNTIRTA, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si. - Dok. Pribadi -
Dekan FKIP UNTIRTA, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si. - Dok. Pribadi -

RMBANTEN.COM - FKIP UNTIRTA terus bergerak maju dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran digital yang inklusif, berbasis artificial intelligence. Salah satu wujud nyata transformasi tersebut adalah hadirnya TV Sekolah Jawara, sebuah kanal edukasi yang dirancang untuk memperkuat literasi teknologi dan memperluas akses pendidikan.


Dengan dukungan infrastruktur media yang semakin matang, TV Sekolah Jawara ditujukan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang mudah dijangkau oleh seluruh mahasiswa, tanpa batas ruang dan waktu.


Podcast studio FKIP yang telah menghasilkan 241 video dengan 7,51 ribu subscriber menjadi fondasi awal dari transformasi ini. Pencapaian tersebut membuktikan antusiasme mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran. Studio ini kemudian diperluas fungsinya menjadi pusat produksi konten TV pendidikan, yang tidak hanya menyediakan rekaman kuliah, tetapi juga program inspiratif, diskusi ilmiah, dan materi literasi akademik.


Pengembangan TV Sekolah Jawara sekaligus menandai komitmen fakultas untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Di era ketika generasi muda tumbuh dalam budaya digital, pendidikan perlu hadir dalam format yang relevan, menarik, dan mudah diakses. Oleh karena itu, konten video, audio, dan visual grafis disajikan dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna, agar mahasiswa dapat menikmati proses belajar dengan ritme yang lebih fleksibel.

 

Pembelajaran Asinkronus


Salah satu kekuatan utama TV Sekolah Jawara adalah dukungannya terhadap pembelajaran asinkronus, yaitu model belajar yang memungkinkan mahasiswa mengakses materi kapan saja dan di mana saja. Dalam sistem ini, rekaman kuliah tidak terbatas pada satu waktu pertemuan, melainkan tersedia sebagai sumber belajar yang dapat diulang-ulang. Dengan demikian, mahasiswa yang memiliki kesibukan bekerja, aktivitas keluarga, atau kegiatan organisasi tetap dapat mengikuti materi tanpa tertinggal.


Sistem asinkronus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun pemahaman secara bertahap. Mereka dapat memutar ulang bagian materi yang sulit, meninjau ulang konsep sebelum ujian, atau mengulang penjelasan yang kurang dipahami. Fleksibilitas ini memfasilitasi pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.


Dalam sistem ini, peran dosen sangat penting. Dosen menjadi arsitek pembelajaran digital yang merancang alur materi, menyiapkan penjelasan yang sistematis, dan menghadirkan konten yang mudah diikuti. Mereka memastikan kualitas audio-visual, menyusun instruksi tugas yang jelas, serta memberikan ruang interaksi melalui forum tanya jawab. Dosen tidak hanya mengajar, tetapi memandu mahasiswa melalui pengalaman belajar mandiri.


Peran strategis dosen juga mencakup penyusunan modul digital, pengayaan literatur, dan pembuatan ilustrasi atau contoh kasus. Selain itu, dosen menyiapkan asesmen formatif dan sumatif yang dapat dikonversi ke dalam nilai akhir, portofolio, atau rekognisi capaian pembelajaran. Dengan sistem ini, mahasiswa dapat menunjukkan kompetensi baik melalui tugas, kuis online, refleksi video, maupun produk digital lainnya.

 

Ekosistem Kelas Digital Terintegrasi


Pengembangan TV Sekolah Jawara terhubung erat dengan ekosistem Kelas Digital yang terintegrasi. Kelas Digital menjadi ruang penyimpanan materi pembelajaran, arsip video, modul PDF, slide interaktif, dan forum diskusi. Seluruh konten ini saling melengkapi, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kaya, terstruktur, dan mudah ditelusuri oleh mahasiswa.


Melalui Kelas Digital, mahasiswa dapat berpindah dari satu materi ke materi lainnya secara mandiri. Mereka dapat membaca modul, menonton video penjelasan, mengerjakan latihan, hingga mengikuti kuis evaluatif. Seluruh asesmen yang dikerjakan dapat dikonversi menjadi nilai capaian pembelajaran atau rekam jejak portofolio akademik. Dengan demikian, Kelas Digital bukan hanya ruang daring, tetapi lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kompetensi secara menyeluruh.


TV Sekolah Jawara juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Mahasiswa dapat terlibat dalam produksi konten, misalnya sebagai editor, penata suara, atau pembuat grafis. Pengalaman ini tidak hanya menambah keterampilan digital mereka, tetapi juga memperkuat budaya akademik kolaboratif di lingkungan kampus. Mahasiswa belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

 

Penutup: Menuju Ruang Belajar untuk Semua


Kehadiran TV Sekolah Jawara membawa semangat baru: bahwa belajar tidak harus dibatasi kelas, jam kuliah, atau tatap muka fisik. Pembelajaran dapat terjadi di ruang tamu, di tempat kerja, di perjalanan, atau di sela waktu istirahat. Pendidikan menjadi lebih cair, dinamis, dan ramah terhadap berbagai kondisi mahasiswa yang beragam.


TV Sekolah Jawara mengarah pada visi besar: menjadi ruang belajar untuk semua, kapan saja, di mana saja, dan dapat diulang-ulang. Prinsip ini menjadi dasar dari pendidikan masa depan yang inklusif, adil, dan adaptif. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi pengelola pengalaman belajar mereka sendiri.


TV Sekolah Jawara diharapkan menjadi ikon transformasi pendidikan di kampus. Dengan memanfaatkan teknologi, memperkuat peran dosen, menghadirkan asesmen yang dapat dikonversi, serta menumbuhkan budaya belajar fleksibel, FKIP UNTIRTA bergerak menuju masa depan pendidikan yang lebih terbuka dan berkelanjutan. Semoga upaya ini melahirkan generasi pendidik yang unggul, kreatif, dan berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia.


Penulis adalah Dekan FKIP UNTIRTA*rajamedia

Komentar: