Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Peringatkan Konservasi Mangrove Bukan Sekadar Seremonial

Laporan: Firman
Sabtu, 29 November 2025 | 09:28 WIB
Gubernur Banten Andra Soni hadir menanam 8.000 bibit mangrove di Desa Lontar, Kabupaten Serang, Jumat (28/11/2025).  - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni hadir menanam 8.000 bibit mangrove di Desa Lontar, Kabupaten Serang, Jumat (28/11/2025). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Serang, Mangrove - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya untuk konservasi wilayah pesisir dengan menanam 8.000 bibit mangrove di Desa Lontar, Kabupaten Serang, Jumat (28/11/2025). 
 

Namun, ia mengingatkan bahwa penanaman mangrove tidak boleh berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus disertai pemantauan dan pemeliharaan berkelanjutan.
 

"Saya harap banyak pihak terlibat untuk kembali mengonservasi wilayah mangrove. Tentu kita berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial. Harus ditanam dengan cara yang baik, kemudian setahun kemudian kita tengok kembali," tegas Andra Soni dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025.
 

Teknik Penanaman dan Pengawasan Jadi Kunci
 

Gubernur menyoroti fenomena memprihatinkan dimana bibit mangrove yang baru ditanam sering hilang terbawa arus dalam hitungan hari. Menurutnya, hal ini disebabkan teknik penanaman yang kurang maksimal dan pengawasan pasca penanaman yang masih terbatas.
 

"Makanya, setelah penanaman delapan ribu pohon ini, kita harapkan jumlahnya tidak berkurang," tegasnya. Andra menekankan pentingnya metode penanaman yang tepat dan monitoring berkala untuk memastikan tingkat keberlangsungan bibit mangrove.
 

Gerakan Menanam Pohon Sebagai Ibadah Sosial
 

Andra Soni memaknai aktivitas penanaman pohon sebagai bentuk ibadah sosial yang manfaatnya berjangka panjang. Ia menyebut gerakan menanam pohon merupakan ikhtiar sederhana dengan dampak besar bagi lingkungan.
 

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariah yang terus mengalir manfaatnya untuk pelestarian alam dan masyarakat," ucapnya. Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya konservasi ini.
 

PLN Diapresiasi Kontribusinya
 

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Banten. Andra menilai PLN tidak hanya sukses menyediakan energi listrik dengan rasio elektrifikasi mencapai 99,9 persen, tetapi juga menghadirkan "energi kehidupan" melalui program penghijauan.
 

General Manager PLN UID Banten, Muhamad Joharifin, menjelaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam menjaga ekosistem pantai. 
 

"Lokasi penanaman dipilih berdasarkan prioritas pertahanan keanekaragaman hayati dan keselamatan manusia," jelas Joharifin.
 

Jenis Mangrove dan Manfaat Ekologis
 

PLN menanam dua jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, yang dikenal memiliki daya adaptasi tinggi di wilayah pesisir. Joharifin memaparkan bahwa hutan mangrove memiliki fungsi ekologis vital, mulai dari melindungi pantai, mencegah abrasi dan intrusi air laut, hingga menjadi tempat berkembang biak biota air.
 

"Selain menyerap karbon, kawasan mangrove juga bisa menjadi sumber pangan serta potensi kawasan wisata dan rekreasi bagi masyarakat," pungkasnya. Keberhasilan konservasi mangrove diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat pesisir Banten.
 

Sumber: bantenprov.go.idrajamedia

Komentar: