Innalillahi, Petugas KPPS di TPS 86 Pasar Kemis Tangerang Meninggal Usai Hitung Surat Suara

RMBANTEN.COM - Pemilu, TangKab - Insiden kejadian luar biasa banyak meninggalnya Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019 kembali menghantui petugas KPPS di Pemilu Tahun 2024 ini.
Di Kabupaten Tangerang satu anggota Petugas KPPS meninggal di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 86 Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, usai melakukan proses penghitungan surat suara.
Korban meninggal Satriawan diduga kelelahan.
Melansir laman metrotvnews.com, suasana duka menyelimuti kediaman Satriawan, warga Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis dini hari, (15/2).
Pria 44 tahun itu meningggal usai melakukan penghitungan surat suara sesi pertama di TPS 86, Perum Taman Nuri.
Ketua KPPS, Aris, mengungkapkan sebelum dinyatakan wafat, korban tiba-tiba tak sadarkan diri saat beristirahat di depan TPS.
Pria dengan dua anak itu sempat dibawa ke klinik yang jaraknya sekitar 1 KM dari TPS, namun korban dinyatakan meninggal dunia.
"Saat break salat magrib kita rencana lanjutkan penghitungan suara setelah isya. Tapi beliau bilang capek kurang tidur, sebelumnya bilang sehat-sehat saja," ujar Aris.
Usai mengeluh kelelahan, kata Aris, korban sempat ingin muntah namun tak ada makanan yang keluar dari mulut korban. Satriawan juga belakangan diketahui tak makan alih-alih hanya minum teh hangat.
"TPS memang buka jam 7 pagi, tapi KPPS sudah bekerja sejak dua hari lalu bikin tenda. Cek kesehatan juga sudah kami penuhi semua," terang Aris.
Jenazah korban rencananya langsung di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasar Kemis. Sementara, petugas kesehatan sudah didatangkan untuk memeriksa kesehatan seluruh anggota KPPS yang bertugas di TPS 86.
Peristiwa 6 hari yang lalu

Warta Banten | 3 hari yang lalu
Mancanagara | 3 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Ékobis | 3 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Pamenteun | 6 hari yang lalu