Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

DPR Desak Kemenlu Bergerak Selamatkan WNI di Eropa Sebelum Terlambat!

Laporan: Raja Media Network
Jumat, 03 Juli 2026 | 18:25 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah - RMN -
Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah - RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta, Legislator — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut.
 

Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar segera mengambil langkah darurat melalui seluruh perwakilan diplomatik Indonesia untuk memastikan kondisi WNI tetap aman di tengah cuaca ekstrem yang terus memburuk.
 

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu hingga muncul korban dari kalangan WNI sebelum mengambil tindakan.

"Gelombang panas ekstrem ini sudah menelan ribuan korban jiwa menurut data WHO. Ini adalah alarm keras. Kemenlu wajib proaktif memantau kondisi WNI di wilayah terdampak melalui seluruh perwakilan. Jangan tunggu ada korban dari warga kita baru sibuk bertindak," ujar Taufiq dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria, Jumat (3/7/2026).
 

KBRI dan KJRI Diminta Jemput Bola
 

Politisi Fraksi PKB itu menilai seluruh KBRI dan KJRI di kawasan Eropa harus bergerak aktif melakukan pendataan sekaligus menjalin komunikasi intensif dengan WNI yang berada di wilayah terdampak.
 

Ia meminta korps diplomatik Indonesia tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung memastikan kebutuhan dan kondisi para WNI.
 

Kelompok yang dinilai paling rentan terdampak antara lain pekerja migran, mahasiswa, pelajar, hingga pekerja sektor luar ruangan yang beraktivitas di bawah suhu ekstrem.
 

Buka Hotline Darurat 24 Jam
 

Sebagai langkah antisipasi, Taufiq mendorong Kemenlu segera menginstruksikan seluruh perwakilan RI di Eropa membuka posko siaga atau hotline darurat yang beroperasi selama 24 jam.
 

Menurutnya, layanan tersebut penting agar WNI dapat segera memperoleh bantuan apabila mengalami gangguan kesehatan, kesulitan mengakses rumah sakit, maupun menghadapi kondisi darurat lainnya.
 

"KBRI dan KJRI perlu segera memperbarui pendataan WNI di wilayah-wilayah kritis. Buka posko siaga yang aktif 24 jam penuh. Jika ada WNI yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses rumah sakit setempat, perwakilan RI harus hadir mendampingi dan memfasilitasi," tegasnya.
 

Ancaman Bukan Hanya Heatstroke
 

Taufiq mengingatkan bahwa gelombang panas ekstrem di Eropa bukan hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi.
 

Cuaca ekstrem juga berpotensi memicu berbagai bencana lanjutan seperti kebakaran hutan, krisis pasokan air bersih, gangguan transportasi umum, hingga pemadaman listrik berkepanjangan.
 

Karena itu, ia meminta koordinasi antara perwakilan RI dengan pemerintah dan otoritas kedaruratan di negara-negara Eropa terus diperkuat agar penanganan terhadap WNI dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
 

Perlindungan WNI Tanggung Jawab Negara
 

Taufiq menegaskan perlindungan terhadap WNI di luar negeri merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan secara maksimal.
 

Ia berharap Kemenlu meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respons terhadap setiap potensi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan warga Indonesia di Eropa.
 

"Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir melindungi WNI di mana pun mereka berada. Jangan sampai ada keterlambatan penanganan hanya karena lemahnya birokrasi informasi. Kesiapsiagaan dan kecepatan respons adalah kunci utama untuk memastikan seluruh saudara kita di Eropa tetap aman," pungkasnya.
 

RAJA MEDIA I Parlemenrajamedia

Komentar: