Gubernur Andra Rayakan Imlek di Tangerang, Tegaskan Banten Rumah Besar Kerukunan
RMBANTEN.COM - Tangerang – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di HS Residence, Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/2/2026), terasa istimewa. Gubernur Banten, Andra Soni, hadir langsung di tengah masyarakat Tionghoa.
Kehadiran orang nomor satu di Banten itu bukan sekadar seremonial. Ia datang membawa pesan kuat: kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama Banten.
“Selamat merayakan Imlek bagi saudara-saudara kita yang merayakan. Tradisi silaturahmi pada hari raya ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Banten sejak lama,” ujar Andra Soni di sela acara.
Warisan Harmoni Sejak Kesultanan
Andra menegaskan, semangat toleransi di Banten bukan hal baru. Akar sejarahnya kuat sejak era Kesultanan Banten.
Ia mencontohkan kawasan Banten Lama, di mana masjid dan vihara berdiri berdampingan sebagai simbol harmoni lintas iman yang terus terawat hingga kini.
“Di Banten Lama, kita bisa melihat bukti nyata sejarah. Ada masjid dan vihara yang berdiri berdampingan. Tradisi harmoni ini harus terus kita rawat sebagai fondasi pembangunan daerah,” paparnya.
Menurutnya, toleransi bukan hanya slogan, tetapi identitas sosial masyarakat Banten.
Apresiasi untuk Komunitas Cina Benteng
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada komunitas Tionghoa, khususnya masyarakat Cina Benteng di Tangerang, yang dinilai aktif berkolaborasi mendukung program pemerintah serta menjaga kohesi sosial.
Semangat gotong royong lintas etnis dan agama, kata Andra, menjadi modal sosial penting dalam membangun Banten yang inklusif.
Dukungan Pemkab Tangerang
Senada dengan Gubernur, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, turut menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Tionghoa.
Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur yang dinilai memberikan energi positif bagi warga.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas kehadirannya yang menyejukkan,” tutur Maesyal.
Simbol Pluralisme Nyata
Tokoh masyarakat Tionghoa, Andi Surya, menyebut kehadiran para pemimpin daerah sebagai wujud nyata praktik pluralisme.
“Ini adalah ciri pluralisme yang sangat baik. Kami berharap kerukunan ini menjadi modal utama agar kita bisa saling berkolaborasi menyongsong masa depan,” ujarnya.
Ia berharap kebersamaan seperti ini tak hanya hadir saat Imlek, tetapi juga pada perayaan hari besar agama lainnya.
Imlek 2577: Tahun Kuda Api
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Dalam filosofi Tionghoa, Kuda Api melambangkan keberanian, energi menghadapi tantangan, tekad kuat untuk melangkah maju, serta dorongan untuk terus bertumbuh dan berinovasi.
Semangat itu selaras dengan pesan yang digaungkan dalam perayaan tersebut: menjaga harmoni sambil terus bergerak maju membangun Banten yang rukun dan berdaya saing.
Sumber: bantenprov.go.id.![]()
Hukum | 5 hari yang lalu
Gaya Hirup | 4 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Mancanagara | 6 hari yang lalu
Mancanagara | 2 hari yang lalu