Andra Soni Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Digital di Banten
RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pelayanan kesehatan di era modern tidak lagi bisa bertahan dengan pola konvensional.
Hal itu disampaikan Andra saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia yang digelar di Ballroom BRIN, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Di hadapan peserta seminar, Andra menekankan pentingnya adaptasi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan agar akses masyarakat terhadap layanan medis semakin cepat dan merata.
“Pelayanan kesehatan saat ini tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional. Harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital,” ujar Andra.
Mobile Klinik Jadi Andalan Banten
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan program Mobile Klinik berbasis telemedicine untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit terakses layanan kesehatan.
Menurut Andra, program tersebut menjadi pelengkap pelayanan kesehatan sekaligus solusi pemerataan akses medis di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis.

“Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi topografi wilayah dan panjang jalan di luar jalur nasional yang mencapai sekitar 11 ribu kilometer menjadi pertimbangan utama lahirnya program tersebut.
Rumah Sakit Banyak, Layanan Belum Merata
Andra mengungkapkan, Banten sebenarnya termasuk salah satu provinsi dengan jumlah rumah sakit yang cukup banyak. Namun, luas wilayah membuat distribusi layanan kesehatan belum sepenuhnya merata.
Karena itu, Mobile Klinik diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga pelosok daerah.
“Melalui Mobile Klinik, pelayanan kesehatan bisa semakin terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Gandeng BRIN untuk Inovasi Kesehatan
Dalam kesempatan itu, Andra juga menegaskan keterbukaan Pemprov Banten terhadap hasil riset dan inovasi para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan para peneliti menjadi kunci percepatan transformasi digital di bidang kesehatan.
Ia menyebut sinergi bersama BRIN telah melahirkan inovasi yang kini mulai diterapkan di Banten, yakni Mobile Klinik berbasis telemedicine.
“Kolaborasi dan sinergi dengan para peneliti BRIN sangat penting untuk menghasilkan inovasi pelayanan kesehatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.![]()
Warta Banten | 3 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Mancanagara | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 4 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Info haji | 4 hari yang lalu
Gaya Hirup | 2 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu