Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Digital di Banten

Laporan: Firman
Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB
Gubernur Banten Andra Soni (baju batik) saat menghadiri  Seminar Nasional Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia yang digelar di Ballroom BRIN, Jakarta, Senin (18/5/2026)  Foto: Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni (baju batik) saat menghadiri Seminar Nasional Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia yang digelar di Ballroom BRIN, Jakarta, Senin (18/5/2026) Foto: Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pelayanan kesehatan di era modern tidak lagi bisa bertahan dengan pola konvensional.
 

Hal itu disampaikan Andra saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia yang digelar di Ballroom BRIN, Jakarta, Senin (18/5/2026).
 

Di hadapan peserta seminar, Andra menekankan pentingnya adaptasi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan agar akses masyarakat terhadap layanan medis semakin cepat dan merata.
 

“Pelayanan kesehatan saat ini tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional. Harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital,” ujar Andra.
 

Mobile Klinik Jadi Andalan Banten
 

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan program Mobile Klinik berbasis telemedicine untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit terakses layanan kesehatan.
 

Menurut Andra, program tersebut menjadi pelengkap pelayanan kesehatan sekaligus solusi pemerataan akses medis di daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis.

“Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan,” katanya.
 

Ia menjelaskan, kondisi topografi wilayah dan panjang jalan di luar jalur nasional yang mencapai sekitar 11 ribu kilometer menjadi pertimbangan utama lahirnya program tersebut.
 

Rumah Sakit Banyak, Layanan Belum Merata
 

Andra mengungkapkan, Banten sebenarnya termasuk salah satu provinsi dengan jumlah rumah sakit yang cukup banyak. Namun, luas wilayah membuat distribusi layanan kesehatan belum sepenuhnya merata.
 

Karena itu, Mobile Klinik diharapkan mampu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga pelosok daerah.
 

“Melalui Mobile Klinik, pelayanan kesehatan bisa semakin terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
 

Gandeng BRIN untuk Inovasi Kesehatan
 

Dalam kesempatan itu, Andra juga menegaskan keterbukaan Pemprov Banten terhadap hasil riset dan inovasi para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
 

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan para peneliti menjadi kunci percepatan transformasi digital di bidang kesehatan.
 

Ia menyebut sinergi bersama BRIN telah melahirkan inovasi yang kini mulai diterapkan di Banten, yakni Mobile Klinik berbasis telemedicine.
 

“Kolaborasi dan sinergi dengan para peneliti BRIN sangat penting untuk menghasilkan inovasi pelayanan kesehatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.rajamedia

Komentar: