Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Greenhouse Desa Sodong Resmi Beroperasi, Panen Perdana Melon Tembus Rp12,5 Juta

Laporan: Iyan Sopian
Kamis, 08 Januari 2026 | 08:59 WIB
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin panen perdana melon, hasil kolaborasi Pemerintah Desa Sodong dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat - Prokopim Tangerang -
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin panen perdana melon, hasil kolaborasi Pemerintah Desa Sodong dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat - Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM - Tangerang — Lahan negara yang sebelumnya tak termanfaatkan di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini menjelma menjadi sentra agribisnis produktif. 
 

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Greenhouse sekaligus memimpin panen perdana melon, hasil kolaborasi Pemerintah Desa Sodong dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Rabu (7/1/2026).
 

Program ini tak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat serta dikembangkan sebagai eduwisata agribisnis.
 

Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
 

Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sodong, BPD, dan BUMDes yang mengelola lahan negara menjadi kawasan pertanian bernilai ekonomi.
 

“Alhamdulillah, hari ini bukan hanya panen melon, tapi juga ada cabai, jagung, dan timun. Ini luar biasa. Lahan negara yang sebelumnya tidur kini produktif untuk ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujar Maesyal.
 

Panen Melon Perdana Bernilai Ekonomis
 

Dari panen perdana, tercatat sekitar 500 buah melon dengan berat rata-rata 1 kilogram per buah. Dengan harga jual sekitar Rp25.000 per kilogram, potensi pendapatan mencapai Rp12,5 juta, belum termasuk hasil panen komoditas lain.
 

“Kelompok tani sudah bisa menanam, panen, dan memasarkan hasilnya. Ini bukan hanya pendapatan, tapi juga sarana wisata edukasi ketahanan pangan,” jelas Maesyal.
 

Model Percontohan untuk Desa Lain
 

Ke depan, program kolaboratif ini akan dijadikan role model dan direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Tangerang. Setiap desa didorong mengelola lahan sekitar 2 hektare sesuai potensi wilayahnya.
 

“Ini akan menjadi model percontohan. Dinas Pertanian akan memetakan desa-desa yang perlu disupport, baik bibit, pupuk, maupun pendampingan,” imbuhnya.
 

Apresiasi untuk PLN dan Pemangku Kepentingan
 

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Sodong, Camat Tigaraksa, BUMDes, BPD, serta PT PLN (Persero) yang telah mendukung pengembangan ketahanan pangan desa melalui program TJSL.
 

“Terima kasih kepada semua pihak. Semoga ini terus maju, sukses, menjadi ladang ibadah, dan membuka kepastian pendapatan bagi masyarakat,” pungkasnya.
 

Sejalan Asta Cita Presiden
 

Program ketahanan pangan Desa Sodong sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dari desa.rajamedia

Komentar: