Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Produksi Padi Banten Melonjak, Andra Soni Tegaskan Efek Kebijakan Prabowo

Laporan: Firman
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:47 WIB
Gubernur Banten Andra Soni - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Serang — Kinerja sektor pertanian Provinsi Banten mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Produksi padi naik tajam seiring meluasnya areal panen, memperkuat posisi Banten sebagai salah satu lumbung pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, produksi padi daerahnya meningkat 16,84 persen, sejalan dengan perluasan luas panen yang kini mencapai 349.288 hektare. Capaian ini disebut sebagai buah dari sinergi kebijakan pusat dan daerah.
 

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring dari kawasan Jalan Tasikardi–Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026).
 

Luas Panen dan Produksi Naik Serempak
 

“Luas panen Provinsi Banten tahun 2025 meningkat 16,84 persen, dari sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare. Sejalan dengan itu, produksi padi juga naik dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton,” tegas Andra Soni.
 

Berdasarkan data Pemprov Banten, kontribusi produksi beras terbesar berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.
 

Efek Kebijakan Presiden Prabowo
 

Andra menilai, tren positif tersebut tak lepas dari kebijakan strategis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
 

Program penurunan harga pupuk, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen, serta perbaikan infrastruktur irigasi menjadi faktor kunci yang mendorong produktivitas petani.
 

“Ini semua terjadi berkat program Presiden Prabowo Subianto, mulai dari harga pupuk, kepastian harga gabah, hingga perbaikan saluran irigasi yang dilakukan secara sinergis,” ujar Andra.
 

Komitmen Lindungi Lahan Pertanian
 

Menatap 2026, Pemprov Banten bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi pangan melalui perlindungan lahan pertanian.
 

“Pemprov Banten melindungi lahan persawahan melalui RTRW dan program Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” kata Andra.
 

Sebagai bentuk dukungan langsung, Gubernur juga menyerahkan bantuan bibit unggul varietas Inpari 32, Cakrabuana, dan Biosalin 1 dengan total satu ton kepada lima kelompok tani: Kertabakti, Cibesi, Sirandu, Tani Bakti, dan Sari Asih. Selain itu, 200 paket sembako turut disalurkan kepada warga sekitar.
 

Prabowo: Swasembada Pangan Kemenangan Strategis
 

Dalam sambutan virtualnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas capaian swasembada pangan nasional yang berhasil diraih hanya dalam satu tahun pemerintahan.
 

“Saat dilantik, saya targetkan empat tahun. Ternyata satu tahun kita swasembada pangan,” tegas Presiden.
 

Menurut Prabowo, swasembada pangan adalah kemenangan strategis bangsa dan fondasi utama kedaulatan negara. “Tidak mungkin bangsa merdeka kalau urusan makan masih tergantung bangsa lain,” tandasnya.
 

Peta Jalan Pangan Nasional
 

Presiden juga memaparkan agenda lanjutan ketahanan pangan nasional, mulai dari swasembada jagung, pengembangan bioenergi, hingga pembukaan 1.100 desa nelayan dan pembangunan kolam ikan pada 2026 untuk menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 55 juta anak.
 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, produksi beras nasional 2025 mencapai 34 juta ton dengan stok cadangan 3,2 juta ton. Kesejahteraan petani turut membaik, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 125.
 

“Swasembada beras adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih atas arahan Presiden,” pungkas Mentan Amran.
 

Sumber: bantenprov.go.idrajamedia

Komentar: