Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

BRI SUPER LEAGUE 2026

Polda Banten Ingatkan Jakmania Tak Hadiri Laga Dewa United Vs Persija

Laporan: Firman
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:13 WIB
Polda Banten ingatkan suporter The Jakmania untuk tidak hadiri laga Dewa United Vs Persija di BIS - RMN -
Polda Banten ingatkan suporter The Jakmania untuk tidak hadiri laga Dewa United Vs Persija di BIS - RMN -

RMBANTEN.COM — Serang — Polda Banten mengingatkan suporter Persija Jakarta atau The Jakmania agar tidak datang langsung ke Banten International Stadium (BIS) untuk menyaksikan pertandingan Dewa United Banten FC pada Sabtu (31/10/2026).
 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persija Jakarta berupa larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang atau selama setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027.
 

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea berharap seluruh suporter tim tamu mematuhi ketentuan tersebut.
 

“Kami berharap tidak ada suporter tim tamu yang datang ke Banten International Stadium untuk menyaksikan pertandingan secara langsung,” ujar Maruli dalam keterangannya.
 

Hormati Sanksi Komdis PSSI
 

Maruli secara khusus mengimbau The Jakmania untuk menghormati sanksi yang telah dijatuhkan kepada klub kebanggaannya.
 

“Kami mengimbau kepada seluruh suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, untuk mematuhi dan menghormati sanksi yang telah ditetapkan oleh Komdis PSSI,” tegasnya.
 

Menurut kepolisian, kepatuhan terhadap sanksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
 

Dukungan Bisa Lewat Nobar
 

Meski tidak dapat hadir langsung di stadion, suporter tetap bisa memberikan dukungan kepada Persija melalui kegiatan nonton bareng (nobar) di tempat masing-masing.
 

Polda Banten juga meminta suporter tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu masyarakat. Selain itu, mereka diimbau menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antarkelompok suporter.
 

“Silakan memberikan dukungan melalui kegiatan nonton bareng di tempat masing-masing. Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan konvoi yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kesalahpahaman maupun gesekan antarsuporter,” kata Maruli.
 

Sepak Bola Harus Jadi Pemersatu
 

Maruli menegaskan sepak bola semestinya menjadi sarana hiburan sekaligus pemersatu masyarakat, bukan justru menjadi pemicu perselisihan.
 

Ia mengajak seluruh suporter menunjukkan kedewasaan dalam memberikan dukungan, baik ketika tim meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan.
 

“Jadikan sepak bola sebagai ajang mempererat persaudaraan. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi menjaga persatuan, keselamatan, dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa suporter sepak bola Indonesia mampu memberikan dukungan secara dewasa, santun, dan sportif,” pesannya.
 

Buntut Kerusuhan Persija-Persita
 

Sebagai informasi, sanksi larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Persija menyusul insiden kerusuhan yang melibatkan kelompok suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang.
 

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan kedua tim di Banten International Stadium pada 17 Oktober 2026.
 

Polda Banten berharap seluruh pihak dapat menghormati keputusan Komdis PSSI dan menjaga suasana pertandingan tetap aman serta kondusif.
 

RMBANTEN.CO — Gancang, Bener, Percaya Kajen.rajamedia

Komentar: